oleh

Media Gathering M4CR di Kaltara, Kemenhut RI Gelontorkan Rp 534 Juta Bantu Usaha 5 Poktan di Kawasan Pesisir

TARAKAN – Pemulihan ekosistem mangrove harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Kelompok masyarakat (Pokmas) di Kalimantan Utara selaku pembudidaya tanaman kawasan pantai dan biota air punya semboyan ‘Mangrove Sehat Ekonomi Kuat’.

Hal itu terungkap pada acara Media Gathering yang digelar oleh Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) dan Kementerian Kehutanan RI di Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada tanggal 2-4 November 2026. Kegiatan pada hari pertama adalah diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Sesditjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut RI Muhammad Zainal yang juga selaku Executive Director M4CR Project, Akhmad Ashar Sarif selaku PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Nugroho Sulistyo selaku Coastal Enterprise Coordinator M4CR, dan lainnya.

Pengurus Pokmas Rahmawati menyatakan pihaknya berharap akan selalu didampingi M4CR dalam pemberdayaan pohon mangrove. “Sejak mendapat binaan dari M4CR, upaya kami meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui usaha mangrove mulai meningkat. Ada semboyan di pokmas yaitu mangrove sehat ekonomi kuat,” kata Rahmawati di lokasi acara Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (2/11).

Sebelumnya, narasumber mengungkapkan melalui program M4CR, Kemenhut menyalurkan dukungan usaha produktif senilai sekitar Rp534 juta kepada lima pokmas di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Dukungan tersebut diberikan melalui skema matching grant untuk membantu kelompok masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari pengolahan hasil perikanan, peternakan, hingga budidaya kepiting bakau. “Program M4CR membangun ketahanan pesisir melalui pendekatan berbasis masyarakat serta ketahanan lingkungan,” kata Zainal.

Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan usaha produktif, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghidupan yang dapat berkembang, sekaligus tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya,” ujar Zainal.

Pada kesempatan ini, Kemenhut juga menyerahkan bantuan senilai Rp 534 juta kepada lima kelompok tani. Lima kelompok penerima bantuan terdiri atas UMKM Imbaya Bais yang mengembangkan produk stik tudai berbahan dasar kerang, Kelompok Wanita Tani Bepakot dengan produk sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri, Kelompok Peternak Perintis yang menjalankan usaha ayam petelur, Poktan Sejahtera yang mengembangkan budidaya kepiting bakau, serta UMKM Sukses Bersama yang memproduksi sambal ebi khas Kalimantan Utara.

Sejumlah pengurus poktan merasa bersyukur mendapat bantuan untuk mengembangkan usaha berbasis mangrove meliputi produk tanaman perikanan, dan lainnya. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Kemenhut dan M4CR yang telah memberikan bantuan untuk usaha kami. Semoga usaha kami meningkat dan keluarga poktan menjadi lebih sejahtera,” ujar pengurus Poktan Wanita Tani Bepakot, Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *