JAKARTA — Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pertemuan bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk mendorong budaya hidup sehat.
Antusiasme pengunjung terlihat dari beragamnya kelompok usia yang hadir, mulai dari generasi muda, orang dewasa, hingga lanjut usia. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dan bukan lagi sekadar aktivitas yang identik dengan atlet profesional.
Melalui berbagai aktivitas olahraga yang dihadirkan, IFF memberikan kesempatan bagi komunitas kebugaran untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan berbagai jenis olahraga kepada masyarakat.
Di balik festival yang kini menarik ribuan pengunjung tersebut, terdapat perjalanan panjang Canggih Fitrah, pendiri Indonesia Fitness Festival. Ia mengungkapkan, gagasan untuk membangun festival olahraga berskala besar di Indonesia sudah muncul sekitar 10 tahun lalu.
Inspirasi itu datang setelah dirinya mengenal Arnold Classic, sebuah ajang multisport internasional yang mempertemukan berbagai cabang olahraga dalam satu festival. Dari sana, Canggih memiliki keinginan menghadirkan konsep serupa di Indonesia agar berbagai cabang olahraga memiliki ruang untuk berkembang dan dikenal masyarakat luas.
Namun, mewujudkan gagasan tersebut bukan perkara mudah. Pada tahap awal, Canggih harus membangun kegiatan secara bertahap dengan berpindah dari satu pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan lainnya.
Bahkan, demi menjaga keberlangsungan kegiatan, ia mengaku harus menyisihkan dana sekitar Rp 25 juta setiap bulan. Perjuangan tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun IFF hingga dikenal seperti sekarang.
Perjalanan IFF kemudian memasuki babak baru ketika Deddy Corbuzier memberikan dukungan. Menurut Canggih, keterlibatan Deddy menjadi salah satu faktor penting yang mendorong festival tersebut berkembang dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan ekosistem olahraga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh publik, komunitas, atlet, hingga pelaku industri kebugaran.
Bagi Canggih, keberadaan komunitas kebugaran memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Olahraga, menurut dia, bukan semata-mata tentang kemampuan fisik atau prestasi, melainkan juga membangun kedisiplinan dan kebiasaan hidup sehat.
Komunitas juga dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang sebelumnya belum terbiasa berolahraga untuk mulai melakukan aktivitas fisik secara rutin. Sementara bagi mereka yang sudah aktif, komunitas menjadi ruang untuk menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kemampuan, hingga mengikuti kompetisi.
Lebih dari sekadar festival olahraga, IFF diharapkan mampu menjadi wadah yang mempertemukan berbagai elemen dalam industri kebugaran. Pertemuan antara atlet, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat membuka peluang bagi tumbuhnya ekosistem olahraga yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap festival ini menjadi momentum untuk memperluas partisipasi olahraga di Indonesia. Upaya tersebut perlu diikuti dengan pembinaan atlet, penguatan komunitas, pengembangan industri kebugaran, serta penyelenggaraan kegiatan olahraga secara berkesinambungan.
Melalui Indonesia Fitness Festival, Canggih berharap olahraga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Sebab, olahraga bukan hanya milik atlet profesional, tetapi dapat dilakukan siapa saja, mulai dari pemula hingga mereka yang telah berpengalaman, termasuk kelompok lanjut usia. (din/fs)







Komentar