oleh

Kemhan dan Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Program Ekstrakurikuler Korps Kadet RI di SMKN 26 Rawamangun

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Badan Cadangan Nasional resmi menggelar Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada Rabu (23/9/2026). Acara yang berlangsung di SMKN 26 Rawamangun, Jakarta Timur ini diikuti sekitar 900 siswa-siswi SMAN dan MAN se-Jakarta, serta tersambung secara virtual dengan ribuan pelajar dari berbagai daerah di tanah air.  

​Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Kemendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Ses Bacadnas) Kemhan RI, Mayjen TNI Fredi Sianturi, Sekretaris Kemenko PMK, Dr. Imam Mahdi, Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Kurniawan, serta perwakilan PT Astra International Tbk, Seli Irpandi dan Dwi Perwana Putra, selaku pendukung acara.  

​Kabacadnas Kemhan RI Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pelaksanaan KKRI di lapangan didasari oleh Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara lima kementerian/lembaga, yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.

Fokus utamanya adalah kolaborasi antara Kemhan dan Kemendikdasmen, namun secara operasional di lapangan dikawal bersama lima kementerian yang dinaungi oleh Sekretariat Bersama berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan dari tingkat pusat hingga daerah.  

​Ia menambahkan bahwa peran Kementerian Dalam Negeri hingga jajaran pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat vital dalam mendukung pendampingan program di wilayah masing-masing. Mengenai instruktur dan mekanisme pelatihan fisik seperti baris-berbaris, Kabacadnas menjelaskan bahwa pelatihan akan dilakukan secara terpadu dan proaktif oleh prajurit dari jajaran Koramil hingga Kodim langsung ke sekolah-sekolah sekurang-kurangnya satu minggu dalam setiap bulan.  

​Letjen TNI Gabriel Lema menerangkan bahwa tujuan utama KKRI adalah mendampingi para siswa di usia muda agar secepatnya menemukan jati diri dan karakter kepemimpinan yang tangguh, disiplin, serta memiliki daya juang. Melalui platform digitalisasi dan 8 kelas pembelajaran yang disiapkan, para kadet dapat mengenali potensi psikologis serta kapasitas inteligensi (IQ) mereka secara dini untuk menentukan arah masa depan.  

“Semua wadah ini ada untuk saling mengisi, memperkuat, dan menyempurnakan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Saatnya kita bersatu meningkatkan kualitas generasi muda bangsa,” ujar Letjen TNI Gabriel Lema.  

​Sejalan dengan hal tersebut, Wamen Kemendikdasmen Prof. Atip Latipulhayat menegaskan dalam sambutannya bahwa pembentukan KKRI merupakan amanat Pasal 30 UUD 1945 serta wujud nyata cita-cita Pembukaan UUD 1945.

“Langkah ini adalah ikhtiar nyata kita bersama dalam mewujudkan dua amanat besar Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Prof. Atip Latipulhayat.  

​Kemhan RI dan Kemendikdasmen kembali menekankan bahwa KKRI bukan bentuk militarisasi di sekolah dan para siswa tidak diwajibkan menjadi prajurit TNI, melainkan wadah berbagi pengalaman untuk menanamkan kedisiplinan dan nilai kebangsaan. (aga/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *