JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendapat tambahan dua mobil listrik yang nantinya akan dijadikan angkutan keliling (Angling). Kendaraan ramah lingkungan itu didapat dari hibah PT Paiton Energy, yang nantinya akan menjadi sarana transportasi ramah lingkungan untuk melayani pengunjung.
Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita mengatakan, kehadiran dua Angling listrik ini sebagai wujud TMII terus bertransformasi menuju tempat pariwisata berkelanjutan dan upaya mendukung Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Pariwisata Indonesia.
“Dua Angling Listrik tersebut dapat mengurangi gas buang (emisi karbon), menjaga kualitas udara, dan menekan polusi suara (tidak bising), sehingga pada akhirnya meningkatkan kenyamanan para pengunjung di TMII,” kata Ratri, Rabu (16/9/2026).
Dikatakan Ratri, penggunaan kendaraan listrik di Taman Mini sendiri sudah dimulai dari tahun 2023, yang tujuannya ingin mengedepankan green di kawasan wisata TMII. Jadi setiap pengunjung yang masuk sudah tidak ada lagi kendaraan dengan emisi.
“Kita memang sangat batasi atau limitasi di hari-hari tertentu atau untuk drop off anak-anak sekolah. Tapi konsep green-nya ini akan menjadi terus kami kembangkan, bagaimana agar berwisata dengan yang hijau dan ramah lingkungan,” ujar Ratri.
Ditambakan Ratri, saat ini kawasan TMII yang membentang seluas 150 hektare membutuhkan sarana mobilitas yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan bagi para pengunjung. Kehadiran dua unit Angling Listrik dari Paiton Energy ini sangat membantu kami dalam menekan emisi gas buang, menjaga kualitas udara kawasan tetap bersih dan senyap, serta memberikan pengalaman berkunjung yang menyenangkan bagi wisatawan. “Sinergi ini memperkuat posisi TMII sebagai pionir kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” kata Ratri Paramita.
Sementara itu, President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri menambahkan, program hibah ini merupakan perpanjangan dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pemerintah mengejar target emisi nol bersih atau Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.
“Kehadiran kendaraan listrik di sektor pariwisata adalah langkah penting, yang juga diiringi dengan rencana transformasi energi di lingkup internal operasional mereka,” ujar Fazil.
Menurut Fazil, Paiton Energy mendukung penuh komitmen pemerintah merealisasikan NZE 2060 sekaligus berkomitmen untuk terus merangkul pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media dalam mendorong kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan di Tanah Air.
“Karena itu untuk transisi energi di internal perusahaan, Paiton Energy sudah menyampaikan kepada pemerintah dan PT PLN (Persero) mengenai kesiapan kami untuk menambah kapasitas produksi listrik melalui membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” tutup Fazil. (Ifand/jo)







Komentar