JAKARTA – Demi mengangkat seni budaya, pelestarian budaya Nusantara serta meningkatkan perekonomian kreatif, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menggelar Lindu Aji Culture Fest 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (13/9/2026).
Ketua Dewan Pembina Lindu Aji Mayjen (Purn.) Fauka Noor Farid mengatakan, kegiatan yang digelar pihaknya menjadi bagian dari upaya organisasi untuk ikut melestarikan budaya lokal dan memperkuat ekonomi kerakyatan serta kecintaan masyarakat terhadap budaya Nusantara.
“Dipilihnya objek wisata Candi Borobudur, karena mengandung sejarah nenek moyang kita yang dikenal dunia internasional dan kearifan lokal. Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya,” kata Fauka, dalam keterangan tertulisnya yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Selasa (15/9/2026).
Dikatakan Fauka yang juga merupakan utusan khusus Presiden ini, dalam acara Culture Fest 2026 pihaknya menampilkan 1.000 Jatilan, puluhan UMKM, pemberian santunan ratusan anak yatim, fakir miskin dan lansia. Hal ini sesuai dengan tujuan Lindu Aji menjadi organisasi yang peduli dengan masyarakat kecil dan pelestarian budaya.
“Sekitar 10.000 anggota Lindu Aji turut menghadiri kegiatan yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur. Kehadiran ribuan anggota tersebut sekaligus menunjukkan komitmen organisasi dalam mengembangkan kegiatan sosial dan budaya,” ujar Fauka.

Fauka mengatakan, Lindu Aji selama ini tidak hanya bergerak dalam bidang olahraga, namun juga berupaya memperkuat kegiatan pelestarian budaya atau nguri-uri budaya. Dan Lindu Aji akan menjadikan parade budaya sebagai program tahunan.
“Program tersebut akan menjadi ruang bagi anggota dan masyarakat untuk mengenalkan serta menjaga kekayaan budaya Nusantara. Parade budaya ini akan menjadi program Lindu Aji setiap tahun,” ungkap Fauka yang juga merupakan komandan timus 08.
Fauka menambahkan, masuknya ia ke dalam struktur pembinaan Lindu Aji membawa tantangan baru bagi dirinya. Ia ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kegiatan sosial, budaya, serta kemasyarakatan. “Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin merubah stigma ormas ini,” katanya.
Fauka juga meminta seluruh anggota Lindu Aji menjaga sikap dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Ia menekankan bahwa anggota organisasi tidak boleh menggunakan kekerasan ketika menghadapi persoalan. “Saya tekankan kepada seluruh anggota, ormas Lindu Aji mitra TNI Polri. Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan dengan otot,” ungkapnya.
Fauka juga meminta jajaran Lindu Aji di berbagai daerah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dalam menjaga ketertiban masyarakat. “Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas kamtibmasnya diatur dan dikoordinasikan dengan kodim dan polres daerah setempat. Tidak boleh menjadi ‘APH’ sendiri dan arogan,” ungkap Fauka. (*/ifand)







Komentar