JAKARTA – Sebanyak puluhan lembaga masyarakat terdiri dari para pengurus RT/RW, LMK, FKDM, dan tokoh masyarakat berbondong-bondong mengikuti kegiatan Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar).
Sekadar diketahui, kegiatan Ngopi Cetar ini diselenggarakan Kepala Suku Badan (Kasuban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Pusat dilaksanakan satu hari di aula ruang serbaguna lantai III kantor Kecamatan Menteng, Jalan Pegangsaan Barat, Jakpus, Selasa (11/11/2025).
Kasuban Kesbangpol Jakpus, H. Rachmat Hidayat menerangkan, Ngopi Cetar ini adalah program Kesbangpol Provinsi Daerah Khusus Jakarta diikuti 45 lembaga masyarakat terdiri dari RT/RW, LMK, FKDM, tokoh masyarakat, dan lain-lain. “Kegiatan ini diadakan dalam rangka menjaga Jakarta dalam menciptakan stabilitas di wilayah tetap aman dan kondusif bersama umat beragama,” ungkap Rachmat.
Lanjut Rachmat berharap seluruh unsur masyarakat termasuk dari aparat Polri dan TNI dapat membantu pencegahan tawuran di lingkungan masyarakat. “Kita tidak bisa bergerak sendirian, perlu adanya dukungan dari seluruh unsur masyarakat termasuk aparat berwajib dalam menekan angka tawuran di tengah masyarakat. Mengisi kegiatan-kegiatan yang positif kepada para remaja juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tawuran,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam Ngopi Cetar dalam upaya mengantisipasi dan menangkal aksi tawuran turut dihadiri, Staf Khusus Gubernur Dicky Budi Ramadhan, Kasat Binmas Polres Jakarta Pusat AKBP Anggara, Danramil Mayor Inf. Ober Purba, dan Sekretaris Kecamatan Menteng Utari.
Di sela-sela Ngopi Cetar yang berlangsung dialog interaktif dipandu oleh moderator Leonard Alamsjah Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Menteng menyampaikan wejangan bahwa tawuran bukan cara menunjukkan kekuatan. Yang kuat adalah yang mampu menyalurkan energi ke arah yang positif.
Menurut Leonard, dengan olahraga adalah langkah nyata. “Terima kasih kepada Staf Khusus Gubernur Diky yang siap mendukung fasilitas lapangan olahraga di bawah rel, yang kini sudah layak digunakan,” tutur Leonard.
Selain itu, tambah Leonard, masukan dari para pemuka agama juga penting. Nikah muda bukan hanya soal sah, tapi juga kesiapan menjadi orang tua yang mampu mendidik anak dengan akhlak, moral, dan agama yang baik. “Sebentar lagi kita memasuki momen sahur dalam 100 hari ke depan. Mari jaga ketenangan lingkungan. Cukup speaker masjid dan alarm pribadi tanpa kegiatan yang bisa memicu keramaian di jalan. Kita jaga wilayah Menteng dengan cara yang bermartabat, sehat, dan penuh nilai,” imbuhnya. (van)







Komentar