oleh

Pengendalian Pertumbuhan Penduduk, Langkah Strategis Hadapi Bonus Demografi dan Pencegahan Dampak Negatif

MANADO-Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi  Setiyono, S.Sos, M.Pol. Admin, Ph.D, menekankan pentingnya pengendalian pertumbuhan penduduk sebagai langkah strategis menghadapi bonus demografi dan pencegahan  berbagai dampak negatif seperti kemacetan, banjir, dan tekanan layanan publik.

Hal  itu mendapat  penekanan Prof. Budi  dalam sambutannya pada Workshop Penyusunan Peta Jalan/Road Map serta  Pemetaan  dan  Proyeksi  Pembangunan Kependudukan dan Rencana Aksi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK),  berlangsung di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur  Sulawesi  Utara,  Manado, Selasa (3/6/2025).

“Pertumbuhan  penduduk  yang tidak terkelola akan mengubah fungsi lahan hijau menjadi kawasan terbangun, serta meningkatkan tekanan terhadap lahan dan sumber daya alam. Akibatnya, dapat terjadi berbagai persoalan seperti, banjir dan kerusakan infrastruktur, kemacetan lalu lintas, penumpukan sampah, pencemaran sungai dan ketidakmampuan layanan publik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa kesejahteraan sosial sebagaimana diamanatkan UUD 1945 harus diwujudkan melalui jaring pengaman sosial yang kuat, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah Strategis Siapkan Generasi Unggul

Sementara Wakil  Gubernur Sulawesi Utara,  Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, mewakili Gubernur, saat membuka workshop  menilai bahwa  kegiatan  ini  sangat  penting sebagai langkah strategis   dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing, menghadapi dinamika pembangunan global dan menyambut bonus demografi  yang sedang berlangsung.

Wagub Victor menambahkan, isu kependudukan dan perencanaan pembangunan kependudukan memiliki hubungan yang saling  terkait  satu dengan yang lain. Pertumbuhan penduduk yang cepat, distribusi penduduk yang tidak  merata  dan  struktur  penduduk  yang tidak seimbang dapat menimbulkan tekanan pada sumber daya alam, Infrastruktur dan pelayanan publik.

“Dokumen Peta Jalan dan Rencana Aksi menjadi  panduan strategis  kita  dalam  menyinergikan seluruh sektor pembangunan  seperti  pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan tata ruang agar pembangunan di Sulawesi Utara dapat berlangsung  secara terencana, terpadu dan berkelanjutan,” ujar Wagub.

Integrasi Program Pembangunan Kependudukan

Adapun  tujuan  pelaksanaan  kegiatan  ini, seperti   disampaikan  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi  Sulut, dr. Jeanny  Yola  Winokan, MAP,  adalah untuk  mengintegrasikan  program  Pembangunan  Kependudukan  ke dalam  dokumen  perencanaan seperti  Rencana  Pembangunan  Jangka  Menengah Daerah  (RPJMD)  dan  Rancangan  Pembangunan Jangka  Panjang  Daerah (RPJPD).

Termasuk  menyusun  Peta  Jalan  Pembangunan  Kependudukan  yang  disesuaikan  dengan  30  indikator Peta Jalan  Pembangunan Kependudukan,  serta  menyusun  rencana  aksi yang  merupakan  penjabaran  dari  Peta Jalan  Pembangunan  Kependudukan  ke  dalam  program  dan  kegiatan  yang  lebih  spesifik  dan  detail.

Workshop ini juga memaparkan indikator utama GDPK 2025–2029, yakni: – Pengendalian Kuantitas Penduduk – Pembangunan Keluarga – Penataan Persebaran dan Mobilitas – Integrasi Data Kependuduka.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor demi pembangunan kependudukan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

 Kunjungi Kampung KB

Dalam kunjungan dinasnya di Sulawesi Utara, Prof. Budi juga menyempatkan berkunjung ke Kelurahan Pangolombian, Kota Tomohon. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penguatan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Kampung KB  merupakan program pemerintah yang bertujuan  meningkatkan kualitas hidup keluarga. Program ini dilaksanakan melalui integrasi berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, serta pembangunan lainnya di tingkat desa atau kelurahan.

Prof. Budi  memberikan apresiasi kepada Tim Kerja Kampung KB Kota Tomohon atas pencapaian luar  biasa   dalam pembentukan Kampung KB. Berdasarkan data resmi dari website Pemerintah Kota Tomohon,  tahun 2024 pembentukan Kampung KB telah mencapai 100% dari target yang ditetapkan.

Dengan transformasi kelembagaan menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, diharapkan Kampung KB dapat menjadi miniatur kebijakan nasional—sebuah wilayah percontohan di mana seluruh intervensi pembangunan keluarga dapat dilaksanakan secara nyata dan terintegrasi.

Di sela  kegiatan  diserahkan bantuan melalui program  Gerakan Orang  Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari PT. PLN Area Kota Tomohon.  Berupa  makanan  tambahan, beras, susu, telur  dan  Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG)  kepada  kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)   Kawangunan pembuat  cemilan. Bantuan berupa  1 unit kompor  listrik dari  Perwakilan BKKBN Sulut.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *