JAKARTA – Desainer Migi Rihasalay merasa terharu suaminya, Andrew James, rela bersusah payah ikut memperagakan busana hasil karyanya pada acara Jember Festival Carnival (JFC) Algorithm 2024. Banyak mata tertuju terhadap penampilan pria bule yang mengenakan pakaian unik ala Rio de Village di lokasi karnaval yang digelar di Alun-Alun, Jl Sudarman, depan Kantor Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Saya bangga sekaligus terharu melihat keseriusan suami memperagakan busana pesta yang didominasi warna hijau dan kuning. Itu hasil karya saya pribadi yang konsepnya berasal dari Rio de Janeiro, Brazil,” ujar Migi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (4/8). Pakaian berumbai itu menggambarkan suasana senja di Rio de Village yang merupakan salah satu kota di Brazil. <span;>Dalam busananya, kebanyakan terdapat gradasi perpaduan warna yang diambil dari senja di kota Rio de Janeiro.
Migi Rihasalay mengaku senang bisa ikut unjuk gigi memamerkan karyanya dalam gelaran JFC 2024 edisi ke-22 ini. Menurutnya, sosok almarhum Dynand Fariz (founder JFC) merupakan guru bagi dirinya. “Kebetulan, Almarhum Mas Dynand adalah guru dan juga dosen saya. Rasanya ikut JFC ini jadi kangen sama beliau, karena dulu banyak kenangan semasa beliau hidup. Semoga berikutnya saya bisa ikut terus,” jelasnya.
Acara JFC Algorithm 2024 yang digelar pada Jumat dan Sabtu kemarin merupakan even karnaval busana internasional. Pada even ini, Migi Rihasalay turut berpartisipasi memeriahkan karnaval tersebut, salah satunya adalah memperagakan busana yang dibawakan oleh Andrew James yang merupakan arsitek asal Australia. <span;>Andrew ikut melakukan parade busana dalam Artwear JFC di lintasan catwalk sepanjang 100 meter di hadapan ribuan orang.
Andrew mengaku senang bisa turut meramaikan parade catwalk dan merupakan pengalaman pertama di ajang fashion, terlebih ajang fashion ini merupakan karnaval terbesar ketiga di dunia. “<span;>Tentu saya senang sekali dan sekaligus mendukung kegiatan istri,” ujar arsitek yang berpengalaman di bidang pembangunan properti seperti rumah, resor, hingga stadion sepakbola.
Andrew kelahiran Britania Raya dan tumbuh besar di Australia, kemudian tinggal menetap di Indonesia sejak 1991. Dia menikah dengan Migi dan dikaruniai putri cantik yang masih balita. Kedatangannya ke Jember untuk mengikuti ajang JFC juga tak lepas dari kecintaannya terhadap dunia fashion yang berasal dari Migi. “Istri saya adalah perancang busana, dan saya juga suka fashion. Ini yang jadi alasan bagi saya ikut JFC Artwear. Ini sungguh luar biasa,” pungkasnya. (jo)







Komentar