POSKOTA.CO – Ketua Komunitas Peduli Lingkungan dan Sosial (Kompas) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Amung Haryanto menyatakan, adanya potret sebuah musala sekolah yang terlihat pada SMP Negeri 3 Cimahi dalam kondisi rusak, terbengkalai dan sampai akhirnya menjadi sarang ‘lalay’ (kelalawar-red), dapat ditangkap sebagai salah satu model buruk bagi warna dunia pendidikan di wilayah setempat. Sekaligus berpotensi, bisa menguliti seabrek prestasi serta penghargaan yang selama ini banyak diraih Pemerintah Kabupaten Kuningan khususnya pada dimensi pendidikan.
Penilaian itu disuarakan Amung, pada saat dimintai pendapatnya terkait hal tersebut, melalui telepon selulernya, Minggu (1/10/2023). Sejurus setelah mengetahui informasi tentang hal itu, dirinya mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam.
Namun demikian dia menyampaikan, kondisi serupa itu perlu juga dirunut serta dilihat secara proporsional. Setidaknya, menurut Amung, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan didalam pusaran masalah dimaksud.
Pertama diungkapkannya, semua pihak harus flashback melihat juga ke belakang, seperti apa kegiatan-kegiatan pendidikan religi (keagamaan) yang dilakukan siswa dan guru di sekolah tersebut selama ini. “Mengapa musala dibiarkan lama dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi, terus selama ini kegiatan praktek religi siswa dan guru di sekolah itu sebenarnya ada atau tidak ada?” tanyanya menyoal.
Kedua, sambung Amung, implementasi penyerapan dana BOS untuk bidang pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, yang rutin setiap tahun dianggarkan, sebenarnya direalisasikan atau tidak. “Jika SMPN 3 Cimahi sekarang kepala sekolahnya baru, berarti kepala sekolah sebelumnya yang lebih mengetahui dan harus lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran BOS tersebut ketika masih bertugas di situ,” ujarnya.
Lalu yang ketiga, lanjutnya, permasalahan ini harus disikapi serius pemerintah kabupaten khususnya pihak dinas pendidikan. Institusi ini, perlu segera turun langsung melihat kondisi serta masalah apa yang terjadi dengan musala sekolah. “Turun langsung guna mengetahui masalahnya, lalu berikan solusi, serta jika perlu bantulah pihak sekolah untuk memperbaiki musala ini, supaya kegiatan praktek pendidikan keagamaan siswa serta guru di situ kembali bisa berjalan,” saran Amung memberi masukan.
Sebelum mengakhiri pembicaraan, dia sempat mengingatkan, Kuningan yang digadang-gadang sebagai daerah menuju Kabupaten Pendidikan, perlu memperlihatkan kesungguhan dalam mengurai serta menyelesaikan setiap masalah yang berkembang khususnya pada sektor pendidikan. “Kekurangan seperti ini (musala sekolah-red), idealnya menjadi perhatian segera dan serius pihak pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan, jika Kuningan ingin benar-benar layak menjadi Kabupaten Pendidikan,” harap Amung.
Terpisah, ketika POSKOTA.CO mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah (Sekda) Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi mengenai hal tersebut melalui sambungan WhatsApp (WA), Minggu (1/10/2023), sampai berita ini ditayangkan belum juga memberikan tanggapan. (*/cep)







Komentar