POSKOTA.CO – Proyek rehab sarana pendidikan pada SMP Satu Atap di Desa Cimulya Cimahi Kabupaten Kuningan Jawa Barat, yang sedang berlangsung, belakangan ini mendapat sorotan tajam dari warga setempat. Baru sekitar seminggu lebih proyek senilai ratusan juta rupiah ini berjalan, telah menuai tanggapan miring. Pasalnya, sebagian dari kelompok masyarakat (pokmas) selaku pelaksana pekerjaan, diduga didatangkan pihak sekolah, berasal dari luar penduduk setempat (asal Desa Cimahi.red).
Hal itu diakui salah seorang pekerja yang berada di lokasi, Rasa ketika ditemui Poskota.co, Sabtu (19/08/2023).
“Iya betul saya sebagai pekerja pada kegiatan rehab ini berasal dari Desa Cimahi,”terangnya.
Dia menyebut, pesanan menjadi pelaksana pekerjaan rehab sekolah itu, langsung disampaikan Kepala SMP Satu Atap Cimulya, Drs. Dadang Sutisna kepada dirinya. “Saya diminta untuk mengerjakan proyek di sekolah ini oleh Pak Dadang (kepala sekolah.red),”jelasnya.
Atas perintah itu lanjut Rasa, dirinya kemudian mengajak rekan-rekan pekerja lainnya yang juga masih berasal dari Desa Cimahi.
“Dalam setiap hari ada sekira 17 orang warga Cimahi yang ikut mengerjakan kegiatan rehab disini,”ungkapnya.
Sementara itu pada sudut lain, Poskota.co menemui sejumlah pekerja, yang merupakan warga setempat penduduk Desa Cimulya.
“Kami pekerja dari Desa Cimulya menggarap bangunan kelas yang berderet di bagian timur, sedangkan secara terpisah, para pekerja dari Desa Cimahi melakukan rehab ruangan yang berderet di selatan,”ujar salah seorang pekerja bertopi ini.
Menanggapi hal tersebut, seorang warga Cimulya yang meminta identitasnya tidak disebut, kepada Poskota.co menyampaikan kekecewaan. Dia menyoal, mengapa para pekerja yang sedang menghadapi proyek di SMP Satu Atap itu, sebagian malah didatangkan dari penduduk luar desa.
“Masyarakat lingkungan disini juga sedang haus pekerjaan, malah diberikan kepada pihak luar,”ketusnya.
Dia juga mengkritisi, idealnya setiap kegiatan pembangunan di sekolah, harus berbasis lingkungan terlebih dulu.
“Program ini katanya swakelola oleh komite sekolah guna memberdayakan masyarakat setempat, mengapa malah mendatangkan pekerja dari luar, apa pekerjaan ini sebenarnya diborongkan ?”tanyanya setengah menyindir.
Saat hendak dikonfirmasi Poskota.co di tempat tugas barunya (SMPN 1 Luragung.red), Kepala SMP Satu Atap Cimulya Cimahi, Drs.Dadang Sutisna, belum bisa memberikan keterangan. “Nanti kita bicara lagi, saya sekarang sedang sibuk mengikuti kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI,”ucapnya singkat.
Sekedar untuk diketahui, SMP Satu Atap yang berada di SDN Cimulya Cimahi, menerima kucuran dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2023. Menurut data yang terpampang pada papan informasi publik di sekitar lokasi, terlihat rincian item kegiatan. Rehab ruangan kelas Rp. 418.000.000, untuk ruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Rp. 175.000.000, dan ruangan Tata Usaha (TU) Rp. 247.895.000. Kemudian untuk ruangan guru Rp. 149.000.000. (cep)







Komentar