oleh

Pengurus PGIS Kota Bogor Dilantik, Diminta Pro Aktif Bantu Tangani Masalah Stunting

POSKOTA.CO – Pengurus Persekutuan Gereja Indonesia Sektor (PGIS) Kota Bogor dilantik. Pelantikan Majelis Pekerja Harian (MPH), Majelis Pertimbangan (MP) dan Badan Pengawas Perbendaharaan (BPP) PGIS Kota Bogor periode 2023-2028 berlangsung di Gereja Kristus Bogor, Jalan Siliwangi, Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (18/6/2023).

Pelantikan pengurus baru PGIS dalam rangkaian ibadah Minggu yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Zebaoth Bogor, Pendeta Margie Ririhena de-Wanna DTh ini, satu demi satu pengurus baru diperkenalkan kepada jemaat yang hadir.

Pengurus yang dilantik ini merupakan elaborasi atau keterwakilan dari berbagai gereja yang ada di Kota Bogor.
Mereka dilantik berdasarkan surat MPH Jawa Barat. Melalui SK Jawa Barat ini, Pdt Ruben Hutagalung ditetapkan sebagai ketua. Sementara sekretaris umum, Pdt Joel Klokke dan bendahara, Bernalina Tarigan.

Pdt Hepy Siahaan dari Dirjen Binmas Kristen Kementerian Agama Kota Bogor dalam amanatnya berpesan, agar pengurus PGIS yang baru ini, harus bersinergi dengan semua elemen masyarakat, agar tercipta suasana aman dan damai di Kota Bogor. “PGIS harus pro aktif dalam membantu Pemerintah Kota Bogor soal masalah stunting yang dihadapi,” kata Pdt Hepy, dalam keterangannya yang didapat POSKOTA.CO, Minggu (18/6/2023).

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum PGIS Masa Bakti 2023-2028 Pdt Joel Klokke mengatakan, pengurus baru masih harus melakukan serahterima pengurus lebih dahulu baru menyusun program.

Saat disinggung apakah program PGIS ke depan akan menangani masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Pdt Joel menegaskan, akan dilakukan pendampingan hukum bagi korban. Namun ia menuturkan, masalah utama KDRT, karena landasan berumahtangga tidak kuat. Ketika muncul masalah ekonomi dalam keluarga, penyelesaiannya selalu lewat kekerasan dimana perempuan adalah korbannya.

“Kami pengurus baru masih menunggu serah terima dari pengurus lama. Setelah itu baru kami susun program,” kata Pdt Joel sambil menambahkan, masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan menjadi salah satu programnya. (*/yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *