POSKOTA.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kesehatan Budi G Sadikin resmi meluncurkan Program Fellowship Dokter Spesialis Dalam dan Luar Negeri di Jakarta pada Senin (8/5/2023). Program yang ditujukan bagi para dokter dari berbagai perguruan tinggi tersebut dibiayai oleh negara melalui mekanisme beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan.
Sebanyak 540 dokter akan segera dikirim ke berbagai negara untuk belajar teknologi kedokteran paling mutahir. Mulai dari bidang biomedis, biosains, proteomic, genomic dan lainnya.
Menkes Budi G Sadikin dalam sambutannya mengatakan teknologi dan ilmu kedokteran sudah berkembang sedemikian pesat. Program beasiswa dokter spesialis ini salah satunya dalam rangka mengejar ketertinggalan ilmu kedokteran di Indonesia.
“Kita akan kirim dokter-dokter muda untuk belajar langsung ke ahlinya, ke rumah sakit besar di dunia,” kata Menkes.
Ia mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagaimana teknologi kedokteran sudah sedemikian canggih dan maju. Diagnosa penyakit misalnya, kini bisa dilakukan lebih detail dan lebih terinci. “Dulu dokter periksa pasien pakai teleskop, cek dada, cek kepala lalu menyimpulkan sakitnya. Sekarang sudah sangat canggih. Pemeriksaan darah bisa membaca jenis penyakit yang lebih akurat bahkan mendeteksi potensi penyakit lima tahun ke depan pun bisa,” tambahnya.
Senada dengan Menkes, Menteri Keuangan Sri Mulyani menggatakan pandemi Covid-19 selama tiga tahun ini telah menghabiskan anggaran yang luar biasa besarnya. “Saya berharap teman-teman di semua lingkungan kesehatan belajar banyak. Jangan sampai fenomena yang seperti itu lewat begitu saja hanya tercatat lewat APBN saya, bahwa 2020 saya menaikkan anggaran Rp 170 triliun jadi 300, dari 300 jadi 500 dan menjadi hanya angka anggaran, tapi substansinya saya harap bisa di-capture,” ujarnya.
Menkeu meminta agar para tenaga kesehatan banyak belajar dari pandemi COVID-19 selama tiga tahun belakangan ini. Menurutnya, jangan sampai kejadian tersebut hanya ada dalam catatan APBN saja, tetapi bagi tenaga kesehatan tidak mendapatkan ilmu apa-apa.
Tingkatkan Pengetahuan Tenaga Kesehatan
Guna meningkatkan pengetahuan para tenaga kesehatan, Sri Mulyani setuju rencana pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya tenaga kesehatan di Indonesia melalui beasiswa fellowship dokter spesialis. Terutama dokter spesialis untuk 4 jenis penyakit yang prevalensinya terus meningkat yakni jantung, stroke, ginjal, dan kanker.
Fellowship untuk dokter lanjut Sri Mulyani hanya salah satu bagian saja dari LPDP. Selain mengikuti fellowship, diharapkan ada program training of trainers untuk para dokter agar dapat segera memenuhi kebutuhan bagi lebih dari 270 juta masyarakat Indonesia.
“Dipikirkan caranya bagaimana agar ilmu dan pengalaman bisa di-capture dan bisa diberikan kepada yang lain. Mekanisme kontrak dokter yang praktik di fakultas kedokteran dan rumah sakit juga bisa diatur,” tambahnya.
Ia juga meminta agar LPDP dan Kementerian Kesehatan membuat program khusus untuk memasukkan secara bersamaan dokter-dokter yang mengambil pendidikan spesialis di salah satu kampus terbaik dunia agar biaya yang harus dibayar juga lebih murah.
Pada 2010,diakui Sri Muyani, pemerintah mengalokasikan 20% dari APBN untuk bidang pendidikan, dengan alokasi untuk LPDP mulanya hanya Rp1 triliun, yang kini telah dikelola hingga mencapai Rp140 triliun.(*/fs)







Komentar