POSKOTA.CO – Ratusan calon jamaah umroh yang dikelola PT Naila Syafaah Wisata Mandiri (NSWM) melalui tim advokasi pejuang korban Naila mendesak mengembalikan dana milik jamaah yang mencapai puluhan miliar rupiah atau diberangkatkan dalam waktu dekat.
“Kami mewakili ratusan calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci meminta pertanggung jawaban owner PT NSWM yaitu Mahfudz Abdullah dan Komisaris Utama PT NSWM Haliza Amin mrmgrmvalikan dana puluhan miliar milik calon jamaah dari berbagai propinsi di Indonesia yang merasa dirugikan,” kata Ketua Tin Advokasi Pejuang Korban Naila, Imam Malik Ralibi dalam keterangannya, Sabtu (28/1).
Kasus batalnya berangkat calon jamaah umroh terjadi sejak peftengahan tahun 2022 atau sekitar bulan September 2022 dan Oktober 2022 hingga yang terakhir terjadi 26 Januari 2023 bahkan sempat terlantar di bandara Soekarno Hatta.
Menurut dia, calon jamaah yang gagal berangkat walaupun sudah dijanjikan terjadi sejak September 2022 bahkan calon jamaah melalui tim advokasi meminta Dirut travel PT NSWM untuk.tetapbernahkatkan calon jemaah yang gagal berngkat walaupjn sudah terdaftar.
“Namun hingga kini jamaah juga tidak diberangkatkan dan uang juga tidak dikembalikan,” ujarnya yang berharap ada tindakan tegas dari pemerintah khususnya Kementerian Agama.
Dari data yang diperoleh nilai kerugian calon jamaah umroh yang gagal diberangkatkan travel PT NSWM antara lain dari Kota Bandung ada 40 orang jamaah nilai Rp 690 juta, perwakilan dari Bandung Propinsi Jabar mencapai 67 orang jamaah nilai menvapai Rp 2 milyar, perwakilan H. Budi mencapai 40 jamaah nilai Rp 1,2 milyar, jaah asal Mangelang 38 orang nilai Rp 1 milyar, jamaah asal Bekasi sekitar Rpn1 milyar, dari Barabai Hulu Sungai Tenfah, Kalimantan Selatan Rp 392 juta, asal Sumedang 12 jamaah Rp 76,9 juta, Banjar masin mencapai Rp 1,7 milyar, Haji Saprudi. RP 1,7 milyar, Pak Abidin Balanfan Ro 159 juta dan H. Subelu mencapai Rp 1,172 milyar.
“Jumlah total kerugian calon jamaah umroh yang tidak diberangkatkan pihak PT. NSWM di sejumlah propjnsi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp25 milyar,” katanya.
Walaupun pihak kemenag telah memberikan surat peringatan terhadap travel umrah PT NSWM dan larangab membuka pendaftaran calon jamaah baru untuk umroh, imbuh dia, namun sama sekali tidak diindahkan bahkan travel tersebut sampai saat ini masih membuka pendaftaran jamaah untuk umrih dengan berganti nama PT Naila Reformasi dengan Dirut baru yaitu Budi Hartono.
Sementara itu, Kasubdit Pengawasan dan Pemantauan Umrah Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Noer Aliya Fitra dalam keterangan tertulis, menjelaskan bahwampihaknya sudah memanggil Dirut PPIU PT Naila Syafaah Wisata Mandiri untuk memberikan klarifikasi atas kegagalan berangkat ratusan jamaah.
“Pertama, awalnya dari hasil pengawasan di bandara pada tanggal 18 September 2022 ada jamaah gagal berangkat. Kemudian kami panggil dirut travelnya, kita minta klarifikasi dan pertanggungjawaban,” ujar pejabat yang akrab disapa Nafit sekitar hari Selasa (4/10/2022). (anton)







Komentar