POSKOTA.CO-Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjadi “andalan” bagi salah satu perawat di fasilitas kesehatan di wilayah Mangga Besar bernama Linda (41), karena terus memberikan manfaat bagi peserta lain yang memerlukan. Salah satu contohnya adalah mendiang orang tua Linda, yang sangat terbantu dengan adanya Program JKN terhadap pengobatan kanker rektum yang pernah dideritanya. Mendampingi orang tuanya yang diharuskan menjalankan beberapa kali operasi pada saat itu, Linda tidak merasa repot dengan proses administrasi dengan Kartu JKN yang harus dilakukannya.
“Kalau saya pribadi syukur sekali memang jarang menggunakan Kartu JKN untuk pengobatan, karena memang selalu diberikan kesehatan selama ini. Namun, hal ini tidak menghalangi saya untuk tetap melakukan pembayaran iuran tiap bulannya. Apalagi, saya merasa membantu orang tua saya secara tidak langsung karena saya cukup memahami sistem dalam BPJS Kesehatan yang menggunakan subsidi silang. Hal ini juga perlu dipahami lebih oleh masyarakat lain yang memang belum sepenuhnya paham terhadap sistem tersebut,” tutur Linda.
Linda yang ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat dan baru saja menyelesaikan urusannya ke petugas frontliner menceritakan singkat bagaimana ia mau untuk tetap membayar iuran perbulannya. Ia menceritakan bagaimana manfaat yang didapatkan mendiang orang tuanya ketika harus melakukan operasi empat kali dalam kurun waktu tiga tahun, penyinaran yang harus dijalankan setelah operasi, juga kemoterapi. Hal ini membuat Linda turut merasakan manfaatnya sebagai seorang anak yang memiliki kewajiban untuk merawat orang tuanya yang sakit menuju kesembuhan.
“Saya tidak tahu akan mengeluarkan biaya berapa ratus juta rupiah jika tidak menggunakan Kartu JKN. Tanpa Kartu JKN, biaya tentu saja akan membengkak karena memang harus menjalani operasi, sinar, dan kemoterapi. Satu kali operasi saja sudah mencapai biaya dua digit. Apalagi kemoterapi. Satu kali proses rangkaian dari operasi hingga kemoterapi dan pemulihan setelahnya saja bisa ratusan juta. Sedangkan, beliau harus menjalakan hingga empat kali proses rangkaian tersebut. Tidak terbayang oleh saya kalau tidak mengikut sertakan orang tua saya dalam Program JKN kala itu,” jelas Linda. (*/fs)







Komentar