POSKOTA CO- Dalam kunjungan Reses Anggota DPR RI dari Komisi III ke Polda Kepri, menampung aspirasi banyak hal. Dari mulai penanganan virus Omicron, Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga peredaran narkoba menjadi topik menarik dalam pertemuan di Mapolda Kepri, Sabtu, (18/12).
Usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pemegang jabatan penting lintas instansi di Provinsi Kepulauan Riau, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Dr. Ir. H. Adies Kadir, S.H., M.Hum menjelaskan kepada awak media, apa-apa yang disampaikan dalam pertemuan menjadi perhatian di Komisi III DPR RI.
“Selain masukan terkait penanganan kasus yang dilakukan oleh penegak hukum, kami juga melakukan tugas pengawasan, Registrasi dan tugas Anggaran yaitu untuk mengetahui apakah anggaran yang kami berikan kepada mitra sudah betul-betul sampai ke daerah. Selanjutnya pengawasan yang dilakukan di pusat apakah benar-benar sudah diterapkan sampai dengan tingkat daerah, ” ungkap Adies Kadir.
Menurut Adies Kadir, dalam kondisi saat ini, tak kalah penting terkait penanganan arus masuknya Pekerja Mingran Indonesia ke Indonesia melalui Kepri. Contohnya PMI dari Malaysia masuk, ini merupakan tanggung jawab bersama dengan Pemerintah Pusat.
” Mereka harus betul-betul steril dari Covid – 19 apalagi sekarang ada varian Omicron. Diperiksa dulu, ditempatkan difasilitas yang ada, setelah steril baru Pekerja Migran ini dilepas ke daerahnya masing-masing. Jadi ini merupakan tugas berat TNI-Polri yang ada disini termasuk juga petugas kesehatan″, tambah Adies Kadir.
Adies Kadir jiga menyinggung terkait mudahnya narkoba masuk ke Provinsi Kepulauan Riau. Harapannya pihak BNN dapat bekerja maksimal, untuk menjaga pintu-pintu yang diduga sebagai jalur masuk, seperti pelabuhan tikus, biasa disebut pelabuhan tidak resmi.
Banyaknya kasus yang meninpa para pekerja migran saat hendak kembali ke tanah air, juga menjadi perhatian khusus. Komisi III DPR RI berjanji akan meminta Kementrian Luar Negeri memerhatikan masalah migran, agar peran Kedutaan Besar bisa menjadi pelindung warganya di luar negeri.
“Peran Kedutaan Besar kita juga dibutuhkan, agar pekerja migran di Malaysia yang hendak kembali ke Indonesia bisa tanpa masalah, ” tutup Adies Kadir. (ferry)







Komentar