oleh

Kotawaringin Barat Berjibaku Turunkan Stunting

POSKOTA.CO-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berhasil menyamakan komitmen dengan banyak pihak  dalam upaya menekan  angka kematian akibat Covid-19 dan percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

“Saat ini Kotawaringin Barat sudah zero covid. Sudah  zona hijau,” ujar Hj. Nurhidayah,  Bupati Kotawaringin Barat,   usai menerima kunjungan Plt. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani, Selasa (16/11/2021), di Kantor Bupati.

Nurhidayah mengatakan, melandainya pandemi Covid-19 di wilayahnya di antaranya karena pemerintah kabupaten menerbitkan  peraturan daerah (Perda) yang mengatur upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Kami berupaya mengerem pertambahan kasus covid. Hasilnya sudah mulai terlihat. Kondisi ini harus tetap dipertahankan,” ujar Nurhidayah kepada wartawan.

Menurut Nurhidayah, jajarannya benar-benar berjibaku dalam pengendalian covid.  Salah satunya dengan membentuk Tim Justisi Penanganan Covid-19.  “Empat kali tim melakukan patroli secara periodik, utamanya kepatuhan masyarakat dalam  penggunaan masker,” jelasnya.

Selain itu,  Pemkab Kotawaringin Barat  menggencarkan program vaksinasi agar cakupan masyarakat yang divaksin semakin banyak. Sehingga ‘herd immunity’ (kekebalan kawasan) segera terwujud.

Meski sempat dibayangi kekurangan pasokan vaksin, Nurhidayah mengatakan bahwa hingga saat ini masyarakat Kotawaringin Barat yang sudah melakukan  vaksin pertama mencapai 75 persen dan 54 persen untuk vaksin kedua.

Meski sudah mencapai zona hijau, Nurhidayah tampak sedikit galau. Pasalnya, vaksinasi dan zona hijau memunculkan tanda-tanda bahwa masyarakat mulai abai terhadap  Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Di antaranya, abai menggunakan masker dan kerumunan.

Kegalauan Bupati Nurhidayah beralasan, sebab Covid akan sangat berdampak  pada  pembangunan ekonomi daerah. Meski semangat membangun sektor pariwisata dan industri terganggu, namun Nurhidayah mengklaim bahwa di tengah pandemi Covid, daerahnya masih bisa bangkit.

“Laju tingkat ekonomi daerah kami lebih tinggi dari nasional. Sektor pertanian dalam arti luas menjadi penopangnya. Sektor ini satu-satunya yang tidak terimbas. Kabupaten kami menduduki peringkat ketiga nasional untuk ekspor  CPO,” ungkap Nurhidayah.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, M. Rusdi Gozali, mengatakan DPRD mendukung sepenuhnya pengendalian pandemi  Covid-19. Untuk itu, Dewan melakukan recofusing dan relokasi anggaran pengendalian Covid-19.

“Tahun 2020 biaya penanganan covid dianggarkan Rp 66 miliar. Tahun 2021 hampir Rp 69 miliar dan terealisasi Rp 47 miliar,” ujar Rusdi.  (Humas/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *