POSKOTA. CO – Seorang pelajar kelas 7 E SMP N 2 Depok, Jasmine, 12, yang tengah mengikuti belajar melalui zoom atau virtual di dalam kamar Jl. Raya Mawar, RT 02/ 04, Kel. Depok Jaya hingga kini masih tertimbun puing reruntuhan tembok dan atap rumah tertimpa beton bekas tiang penyimpanan air milik PDAM yang sedang dibongkar. Sejumlah warga lainnya mengalami luka luka termasuk orang tua Jasmine yaitu Zaidar Rani berserta istrinya Eva.
“Siswi kelas 7 E SMPN 2 Depok yang masih timbun puing bernama Jasmine, 12, kini sedang dievakuasi warga sekitar dengan peralatan seadanya. Untuk dua warga lainnya sudah dibawa ke rumah sakit termasuk ayahnya Zaidar Rani yang mengalami luka dibagian kepala, ” kata Hermen, warga RW 04, Perumnas Depok Satu, Kel. Depok Jaya, Pancoran Mas, Jumat (15/10).
Beton tiang bekas penyimpanan air yang menimpa rumah diakibatkan alat berat truk cranen yang dipergunakan tidak kuat menahan beban sehingga miring dan roboh menyimpan bangunan rumah perumnas milik warga sekitar Pk. 08:30.
Hingga kini kegiatan evakuasi masih terus dilakukan warga dan dibantu petugas kepolisian serta lainnya.
Menurut keterangan dan informasi di lapangan, saat sejumlah petugas pemborong pekerjaan meruntuhkan tower penyimpanan air PDAM ada beberapa warga termasuk siswa SMP N 2 Depok tengah belajar secara online atau virtual di ruang tamu rumah milik Zaidar Rani, warga Jl. Raya Mawar, RW 04.
“Zaidar Rani dan istri Eva, hanya mengalami luka ringan sedangkan putrinya Jasmine saat musibah terjadi tengah belajar di dalam kamar, ” imbuhnya diduga saat ada suara gemuruh roboh dari luar rumah Jasmine, putri Zaidar Rani mencoba menyelamatkan diri dan tertimbun dibawah puing reruntuhan.
Ketika dilihat ternyata betul, Jasmine, menangis berada dibawah puing. Beruntung reruntuhan rumah yang ada di atas tubuh siswi SMP kelas 7, Jasmine, tidak mengenai tubuhnya tapi terhalang tempat tidur. “Hingga siang ini warga dan petugas tengah melakukan evakuasi penyelamatan terhadap korban, ” ujarnya.
Sementara itu, Adi, warga RW 04, mengaku prihatin dengan terjadinya kegiatan pembongkaran tower penyimpanan air PDAM. “Harus.lebih profesional dalam menanggani pembongkaran tower yang tingginya lebih dari 35 meter terlebih bangunannya terbuat dari beton semua, ” ujarnya kecewa. (anton)







Komentar