oleh

UMKM di 10 Destinasi Wisata Prioritas Didorong Manfaatkan Aplikasi Digital

POSKOTA.CO – Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM) didorong lebih memanfaatkan aplikasi digital agar mendongkrak pendapatan dan meningkatkan kelas bisnisnya. Dorongan tersebut disampaikan Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo RI yang memfasilitasi 26.000 UMKM di 10 Destinasi Wisata Prioritas Indonesia.

10 destinasi tersebut Danau Toba (Sumut), Tanjung Kelayang (Babel), Mandalika (NTB), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), Kepulauan Seribu (Jakarta), Tanjung lesung (Banten), Borobudur (Jateng), Bromo (Jatim), dan Labuan Bajo (NTT). Dengan masing-masing wilayah sebanyak 26.000 UMKM.

Pendampingan di 10 Destinasi Wisata Prioritas ini mencapai active-selling dari 26.000 UMKM kategori produsen sektor pengolahan. Dari active selling tersebut, UMKM diharapkan mampu menghidupkan toko online mereka di marketplace dengan mengunggah foto dan deskripsi produk, berinteraksi dengan calon konsumen, dan melakukan transaksi di marketplace.

Target kegiatan ini merupakan kelanjutan tahun sebelumnya, yakni memiliki toko online dari 20.000 UMKM di pasar-pasar tradisional di sepuluh kota yang ditunjuk.

“Kegiatan ini lanjutan dari tahun lalu yakni on-boarding yang menyasar pedagang-pedagang pasar tradisional. Tahun ini kita melakukan active-selling agar para UKM lebih gencar berdagang di pasar online dan dapat memaksimalkan aplikasi-aplikasi digital untuk meningkatkan akses pemasaran, permodalan dan bisnis yang relatif efektif dan efisien,” kata Puti Adella Elvina, Sub Koordinator Kajian dan Survei Dampak UMKM Kementerian Kominfo RI di Jakarta, Sabtu (24/07/2021).

Selama enam bulan, dari Juli hingga Desember 2021, 26.000 UMKM tersebut didampingi dalam proses active-selling, mendapatkan materi pelatihan dengan berbagai topik.

Selain itu 26.000 UMKM juga akan mendapatkan fasilitas aplikasi aggregator marketplace, untuk memudahkan proses monitoring terhadap aktivitas toko-toko online di beberapa marketplace. UMKM juga dipandu untuk menerapkan aplikasi POS (Point of Sales) agar proses transaksi mereka terbukukan dengan baik. Dua aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis selama enam bulan bagi UMKM yang mengikuti kegiatan ini. Untuk mengakses platform digital tersebut UMKM dibekali dengan fasilitas paket data.

Para fasilitator yang diterjunkan siap mendampingi para UMKM baik secara online maupun offline. Pendampingan secara offline dapat dilaksanakan di Training Center yang disediakan di setiap daerah lengkap dengan fasilitas wifi dan laptop. Namun, jika ada kendala untuk hadir ke Training Center, maka fasilitator akan datang ke lokasi usaha atau domisili dari para pelaku UMKM.

Akses internet khusus di berbagai titik daerah juga disediakan bagi UMKM yang lokasi usahanya jauh dari Training Center.

Hal ini juga ditegaskan oleh Sumarno, Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM Kementerian Kominfo RI di sela-sela kunjungannya di lapangan.

“Para fasilitator yang telah mendapatkan training siap mendampingi UMKM baik online ataupun offline. Mau di Training Center bisa, mau di tempat usaha juga boleh. Pendampingan dan fasilitas ini diberikan untuk 26.000 UMKM selama enam bulan,” katanya.

Pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital harus terus digaungkan agar para UMKM di berbagai industri, level, dan daerah, dapat merasakan manfaat teknologi digital untuk menunjang bisnis mereka.

Kominfo RI juga melaksanakan survei terhadap 37.000 UMKM di sektor produsen dan pengolahan di target lokasi yang sama secara online dan offline. Survei ini bertujuan untuk memperbaharui data terkait adopsi teknologi digital oleh UMKM, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan program berikutnya.

“Kami memiliki tiga program untuk UKM agar mereka menjadi pebisnis besar. Dari lapak biasa kita dorong untuk memiliki toko online (on-boarding). Lalu kita fasilitasi agar meningkatkan aktivitas bisnis mereka di berbagai platform digital (active-selling). Dan kedepan kami akan dampingi mereka untuk melebarkan sayap dan mengembangkan bisnis dengan program scale-up”, tutup I Nyoman Adhiarna, Plt. Direktur Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo RI. (tis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *