POSKOTA.CO-Miris melihat nasib Jihan, bocah 13 tahun warga Sungai Barito RT 10/1 Semper Barat. Ia terlihat pasrah dan sedih manakala gagal mendaftar secara online dalam PPDB SMP tahun 2021 ini.
Ia tidak diterima di SMP Negeri yang dituju lantaran tidak masuk Zona RW. Padahal ia tinggal tak jauh dari SMPN 231 Jakarta.
Jihan Fahira anak yatim yang belum lama ditinggal mati bapaknya kini hanya bisa berharap bantuan Pemrov DKI Jakarta agar ia bisa bersekolah seperti anak lain seusianya.
“Kalau harus ke sekolah swasta saya gak punya biaya. Yaa mau gimana lagi, buat makan saja pas-pasan,” kata Unahayati 48, yang kesehariannya hanya sebagai buruh cuci keliling.
Menurut Unahyati dirinya sudah mencoba semua jalur. Namun hasilnya nihil, lantaran tak satupun sekolah yang mau menerima. Bahkan ia juga mengaku buta soal PPDB yang berlaku saat ini. Ia berharap kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara memberikan solusi agar anaknya bisa bersekolah.
“Sedih Pak saya. Belum lama bapaknya meninggal, sekarang anak engga dapat sekolah. Keinginan anak saya buat sekolah sih sangat tinggi. Tapi saya nggak tau lagi harus berbuat apa buat memenuhi keinginan sekolah anak saya,” ujarnya dengan nada putus asa. ( Rubian/fs)







Komentar