oleh

Bergantung Pada Kasih Karunia Tuhan

POSKOTA.CO – Terkadang yang terpenting, bukanlah seberapa kuat kita mendayung perahu, ‎melainkan seberapa cepat arus sungainya. Demikian kata Warren Buffet, salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.

Ungkapan Warren Buffet masih relevan di masa sekarang. Namun butuh suatu kemampuan untuk menterjemahkan dalam perilaku keseharian, agar jangan salah di mengerti.

Mendayung memang penting, tapi‎ ada yang jauh lebih penting dari itu, ‎yaitu bagaimana bergerak mengikuti derasnya arus.

Bekerja memang penting dan itu adalah keharusan. Namun hendaknya kita jangan lupa bahwa bekerja saja tidak cukup.
Kita butuh kekuatan arus. Kenapa?, karena kekuatan arus i‎tulah ‎”Kasih karunia” atau “Anugerah”.

Penulis berkeyakinan, sekeras apapun kita bekerja dan sebesar apapun pengorbanan kita dalam pekerjaan, ‎namun jika kita hidup di luar kasih karunia Tuhan, maka‎ hasil yang kita harapkan tak sebanding dengan usaha yang kita lakukan. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya,” demikian kitab Amsal 10:22.

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur,” kata Yapy Melianton Doroh, Majelis GPIB Zebaoth Bogor mengutip kitab Mazmur 127:2.

Maka berdasarkan pesan kitab Amsal dan Mazmur diatas, jelaslah bahwa selain bekerja, ‎kita memerlukan juga kasih karunia Tuhan di dalam pekerjaan kita‎.
Kenapa?, karena Kasih karunia Tuhan itulah yang di gambarkan ‎seperti “Arus sungai yang deras”. Sebuah motivasi!!!.

Kita tetap mendayung. Kita terus bergerak, ‎namun seberapa cepat laju kita, ‎justru di tentukan oleh seberapa cepat arus sungainya dan bukan pada ‎seberapa kita kuat dalam mendayung.‎

Jika kita menyadari kebenaran ini, ‎maka setiap hari kita akan bergantung kepada kasih karunia Tuhan dan bukan kepada pada kekuatan kita sendiri.

Sebagai manusia, kita harus sadar, bahwa kini ini lemah dan terbatas dalam banyak hal. Namun ‎kasih karunia Tuhan lah yang membuat kita mampu mengalami terobosan dalam banyak hal.
Jika kita mengandalkan Tuhan, maka seringkali hasil yang kita dapatkan, melebihi dari upaya yang telah kita lakukan.‎

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.
itu bukan hasil pekerjaanmu. jangan ada orang yang memegahkan diri,” demikian penulis mengutip kitab Efesus 2:8-9 sebagai penutup. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *