oleh

Sukses Kawinkan Pink dan White Jersey, Geoghegan Hart Generasi Baru Bintang Balap Sepeda Inggris

POSKOTA.CO – Tao Geoghegan Hart (INEOS Grenadiers/Inggris) memenangkan Giro d’Italia 2020 dengan unggul 39 detik di atas Jai Hindley (Sunweb/Australia) untuk menjadi pebalap Inggris kedua dalam tiga tahun yang memenangkan La Corsa Rosa, Minggu (25/10/2020).

Setelah menempuh 20 etape dan lebih dari 85 jam lebih melakukan gowes di ats sepeda, kedua pebalap Geoghegan Hart dan Hindley menjalani time trial individu yang menentukan pada etape ke-21 berjarak 15,7 km berakhir di Milan. Tapi Geoghegan Hart yang berusia 25 tahun tetap berhasil unggul, setelah delapan belas menit menegangkan ketika saling berjuang keras 3.360km menjelang finis.

Geoghegan Hart kelahiran London menjadi pembalap pertama dalam sejarah 111 tahun Giro yang berdiri di atas podium, tanpa pernah mengenakan maglia rosa (Pink Jersey/pimpinan lomba) tapi keluar menjadi juara. Dia menjadi pembalap Ineos Grenadiers kelima dalam satu dekade yang memenangkan salah satu Grand Tours setelah rekan senegaranya Bradley Wiggins, Chris Froome dan Geraint Thomas, dan pembalap Kolombia Egan Bernal.

Sedangkan Hindley, yang sepertinya akan menjadi pemenang Giro pertama dari Australia, berada di jalur terakhir di Milan, tetapi tidak bisa menyamai saingannya dalam perjalanan ke finis di samping Duomo di Milano. Pembalap 24 tahun itu bergabung dengan rekan setimnya di Sunweb Wilco Kelderman di podium terakhir, finis satu menit 29 detik lebih lambat dari Geoghegan Hart.

 

Tao Geoghegan Hart berjuang memacu sepeda pada etape terakhir yang mempertandingkan individual time trial. (Istimewa)

Sementara juara pada etape pamungkas ini juga dipetik pebalap Ineos Grenadiers lainnya, juara dunia time trial Filippo Ganna (Italia), yang melaju ke kemenangan etape keempatnya untuk menyelesaikan hat-trick time trial dan mengamankan kemenangan ketujuh timnya dalam balapan luar biasa di Giro d’Italia 2020.

Ganna menyelesaikan lintasan 15,7 km dalam waktu 17:16, 32 detik. ia lebih cepat dari Victor Campenaerts (NTT Pro Cycling/Belgia) dan rekan setimnya Rohan Dennis (Australia). Tempat keempat diraih Joao Almeida (Deceuninck Quick-Step/Portugal) yang di awal lomba mampu cukup lama mengenakan Pink Jersey sebagai pemuncak klasemen pembalap.

Ditanya bagaimana perasaannya menjadi pemenang Grand Tour terakhir Inggris, dan pemenang Giro kedua setelah Froome, Geoghegan Hart yang terkejut berkata: “Aneh, jujur ​​saja.”

Ditekan tentang apakah ia bisa menjadi pembalap besar Inggris menyusul pendahulunya, seperti Froome dan Simon Yates, untuk mencetak pretasi emas di lomba besar lainnya? “Saya tidak tahu dan saya tidak terlalu peduli. Saya hanya akan menikmati ini. Benar-benar luar biasa,” kata Geoghegan Hart seperti dilansir Eurosport.com. “Saya akan tetap menjadi orang yang sama, saya akan tetap profesional seperti yang saya yakini selalu saya lakukan. Berdedikasi, bangun setiap hari menantikan untuk mengendarai sepeda saya, mencintai hidup saya dan bersyukur atas kehormatan dan posisi yang luar biasa, serta hak istimewa yang saya miliki untuk berada di posisi ini di tim ini dan di balapan yang indah ini, ” imbuhnya.

Sebelum etape akhir, Hindley mengenakan Pink Jersey, sedangkan Geoghehan Hart berkaos White Jersey (pimpinan klasemen bintang muda-red). Mereka memulai balapan dengan saling berusaha memenangi dan mencatat waktu terbaik pada etape terakhir ini. Hanya saja Geoghehan Hart tampak lebih mulus setelah 10,2 km dengan memiliki keunggulan 22 detik atas Hindley. Keunggulan itu dipertajam hingga bertambah menjadi 39 detik saat finis.

Hindley mengakui bahwa kehilangan kedua jersey itu “sangat mengecewakan” di hari terakhir balapan. “Ini sangat sulit untuk diterima tetapi saya pikir, ketika saya melihat ke belakang, saya akan sangat bangga dengan cara tim dan saya berkendara dalam tiga minggu terakhir,”aku Hindley. “Ini adalah langkah maju yang besar dalam karir saya,” sambungnya.

Dengan kemenangannya secara keseluruhan, Geoghegan Hart juga mengamankan White Jersey sebagai pebalap muda terbaik . Ia juga mengantarkan timnya Ineos Grenadiers memenangkan klasifikasi tim berkat kemenangan tujuh etape.

10 Besar Pembalap Giro d’Italia 2020:

1. T Geoghegan Hart 85 jam 40 menit 21 detik
2. J Hindley +39”
3. W Kelderman +1′ 29”
4. J Almeida +2′ 57”
5. P Bilbao +3′ 09”
6. J Fuglsang +7′ 02”
7. V Nibali +8′ 15”
8. P Konrad +8′ 42”
9. F Masnada +9′ 57”
10.H Pernsteiner +11′ 05”

10 Besar Team Giro d’Italia 2020:

1. INEOS Grenadiers 257 jam 15 menit 58′ detik
2. Deceuninck – Quick-Step +22′ 32”
3. Team Sunweb +28′ 50”
4. Bahrain-McLaren +32′ 50”
5. BORA – HANSGROHE +1 jam 12′ 34”
6. NTT Pro Cycling Team +1 jam 49′ 59”
7. AG2R LA MONDIALE +2 jam 04′ 38”
8. MOVISTAR +2 jam 08′ 26”
9. ASTANA PRO +2 jam 29′ 44”
10.Trek-Segafredo +2 jam 42′ 36”              (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *