oleh

Jelang Dua Pekan PPKM Mikro Nasional, RT-RW di Jakarta Gagap

POSKOTA.CO – Jelang dua pekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, sejumlah perangkat desa tingkat RT-RW belum mengetahui rincian aturan dalam pemberlakuan tersebut. Salah satunya di Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka pun gagap ketika menerapkan PPKM Mikro di lapangan.

Ketua RW 10 Kelurahan Jati Padang Abdul Munir menilai, PPKM Mikro tak berbeda jauh dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) namun dalam skala mikro.

“Intinya PSBB Mikro kan? Itu hampir sama,” kata Munir saat ditemui POSKOTA.CO di rumahnya, pekan lalu.

PPKM Mikro merujuk Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Covid-19.

Munir yang juga anggota Satgas Covid-19 di tingkat RW mengatakan, selama ini penegakan protokol kesehatan di wilayahnya telah dijalankan dengan melibatkan aparat keamanan seperti kamtibmas dan Satpol PP.

Pihaknya juga melaporkan update perkembangan pelaksanaan penanganan Covid-19 tingkat RW tiap pekan yang meliputi jumlah warga yang terpapar, isolasi mandiri, serta yang dirawat di rumah sakit.

Sementara, Munir mengaku baru mendapatkan instruksi mengisi data sistem zonasi yang ditetapkan dalam PPKM Mikro pada 11 Februari lalu, dua hari usai diumumkan pemerintah. Menurut Munir, semua RT di wilayahnya masuk kategori zona hijau.

PPKM Mikro mengatur zonasi RT berdasarkan jumlah orang yang terpapar Covid-19. Pertama, zona hijau berlaku bagi RT yang tidak terdapat kasus positif aktif. Kedua, zona kuning. Pada zona ini terdapat satu hingga lima orang terkonfirmasi positif Covid-19 selama tujuh hari terakhir.

Ketiga, zona oranye. Pada zona ini terdapat enam hingga sepuluh kasus positif aktif selama tujuh hari terakhir. Selain tracing, tindakan yang dilakukan adalah menutup tempat bermain anak, ibadah, dan tempat umum lain kecuali sektor esensial.

Keempat, zona merah. Warna ini ditetapkan bagi wilayah dengan kasus positif Covid-19 lebih dari 10 orang dalam tujuh hari terakhir.

Sementara Plt Ketua RW 02 Kelurahan Jati Padang Nugraha Kusuma mengatakan, selama ini penegakan protokol kesehatan di wilayahnya juga melibatkan Satpol PP hingga polisi. Meski demikian, Nugraha juga belum mengetahui instruksi yang termaktub dalam PPKM Mikro. “Kita rutin razia masker,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 RW 02 Asim mengaku, dirinya juga belum mengetahui detail instruksi dalam PPKM Mikro.

“PPKM (Mikro) baru mulai, saya juga belum tahu ini seperti apa, juga aturan-aturan baru sekilas saja sih,” kata Asim.

Asim mengatakan, sejauh ini tim gugus tugas telah menerapkan sejumlah aturan bagi warga yang terpapar covid-19 di wilayahnya seperti melarang orang yang kontak erat bepergian hasil tesnya negatif.

“Kita udah sampe sedetail itu di lapangan. Makanya ada program-program kayak gini kita itu aduh, sebenarnya udah dilaksanakan, ganti nama aja,” kata Asim.

Pemerintah diketahui menerapkan PPKM Mikro mulai 9-22 Februari 2021 usai PPKM di sejumlah wilayah Jawa-Bali sejak 11 Januari hingga 8 Februari tak efektif menekan penyebaran virus Corona.

Alih-alih memperketat, pemerintah melonggarkan sejumlah aturan di antaranya mengurangi WFH 50 persen dan memperpanjang jam operasional mal dan tempat umum sampai pukul 21.00 WIB. (ale)

 

 41 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *