oleh

Lembaga Pendidikan di Arab Saudi saat Ini Mensyiarkan Islam Rahmatan lil Alamin

POSKOTA.CO-Lembaga pendidikan di Arab Saudi saat ini beraliran Islam moderat dan mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) di sela-sela Konferensi Alumni Saudi Arabia di Indonesia, Negara Asean dan Pasifik yang digelar oleh Universitas Islam Madinah bersama Universitas King Abdul Aziz dan Universitas King Faisal di Jakarta.

“Pemerintah Arab Saudi melalui para alumni universitas-universitasnya menjelaskan bahwa, Arab Saudi adalah negara yang mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin dan moderat,” kata Bachtiar Nasir.

Menurut dia, lembaga pendidikan di Arab Saudi saat ini beraliran Islam moderat, tidak seperti yang dituduhkan selama ini. Selama ini banyak tuduhan yang dilemparkan ke Arab Saudi tentang wahabisme, bermacam-macam, sebetulnya itu banyak sekali hal-hal yang keliru.

“Dikepemimpinan Raja Salman beliau punya visi 2030 dari sisi keberagamaan ingin menggencarkan misi Islam Wasathiyah atau Moderasi Beragama,” tambahnya.

Selain itu UBN menambahkan, Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh Al-Humaid juga berbicara banyak tentang definisi Islam moderat dan secara detail menjelaskannya. Beliau juga menyampaikan tentang bagaimana menyampaikan Islam moderat secara efektif, secara konten dan secara metode.

Salah satu tujuan pertemuan para alumni universitas-universitas di Arab Saudi ini adalah terjalinnya hubungan alumni dan kampusnya. Alumni menjadi perpanjangan tangan kampus dalam penyebaran nilai-nilai kampus, dan menjadi penyampai syiar Kerajaan Arab Saudi tentang Islam moderat yang sedang dikembangkan di Arab Saudi.

“Digelarnya acara ini secara konten kami ingin jelaskan kesalahpahaman yang ada selama ini tentang dakwah dan materi yang diajarkan di Saudi Arabia,” ujarnya.

UBN mengatakan, konferensi sendiri diikuti sekitar 700 peserta yang menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antar alumni dan pihak kampus.

“Hasil terpenting dari pertemuan ini adalah terjalinnya hubungan yang sangat baik antara pihak kampus dengan alumni yang selama ini kurang komunikasi,” ujarnya.

Diadakannya  acara ini menujukkan perhatian kampus yang begitu besar. “Dan seluruh program ini dibiayai penuh oleh Kementerian Pendidikan Saudi Arabia lewat kampus-kampus ini. Bahkan mereka sudah menyiapkan aplikasi khusus agar terjadi hubungan yang intens dan kuat antara kampus dan alumninya,” jelas Pimpinan AQL Islamic Center itu.

Dalam acara ini juga diinformasikan tentang persiapan untuk menerima lebih banyak lagi mahasiswa-mahasiswi yang ingin belajar di Saudi Arabia. Saat ini dari 18 Universitas di Saudi Arabia, ada sekitar 1800 mahasiswa Indonesia yang belajar di sana.

Peminat tertingginya dari Indonesia yaitu ke Madinah Islamic University. Saat ini di universitas-universitas tersebut para mahasiswa tidak hanya belajar agama, tapi juga bisa belajar sains, kedokteran, teknologi informasi dan seterusnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.