POSKOTA,CO-Kontingen Sulawesi Tengah (Sulteng) tampil sebagai juara di ajang Babak Kualifikasi (BK) PON Cabor Gatball yang berakhir Minggu (25/6/2023) sore di lapangan bola ITSB Sinarmas Land, BSD, Tangsel.
Sulteng mengumpulkan dua medali emas dari delapan nomor yang dipertandingkan. Sementara tuan rumah DKI Jakarta hanya meloloskan satu nomor saja ke PON 2024 di Sumut-Aceh.
DKI lolos di nomor tunggal putra atas nama Alexander Dikxi. Dengan demikian DKI hanya akan ikut di nomor tunggal putra di PON 2024 mendatang. Dikxi menempati peringkat keempat.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Plt Ketua Umum Pengprov PB Pergatsi DKI Jakarta Thomas Aden menyayangkan hanya bisa meloloskan satu dari delapan nomor yang dipertandingkan. “Target kami tentu tidak tercapai. Kami semula mentargetkan meloloskan semua nomor. Ternyata perkembangan gateball sungguh pesat. Daerah lain menyiapkan diri dengan baik,” ujarnya saat menutup kejuaraan.
Iya mengatakan memang ada protes dari beberapa daerah. Namun hal yang biasa dalam penyelenggaraan dan semua berakhir dengan baik.
Atlet tunggal putra cabang gateball DKI Jakarta Alexander Dikxi meraih tiket ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/Aceh-Sumatera Utara.
Peringkat 1 atau medali emas nomor tunggal putra diraih atlet Lampung, perak jatuh ke tangan Sumatera Barat, dan perunggu diraih atlet Sulawesi Tengah.
Dikxi menjadi satu-satunya wakil DKI Jakarta yang lolos ke PON dengan peringkat 4 terbaik. Di nomor lainnya atlet DKI Jakarta hanya sampai di babak delapan besar atau perempat final.
Sesuai regulasi babak kualifikasi PON cabor gateball, ditentukan hanya atlet yang menempati peringkat 1 – 6 yang lolos ke PON. Guna melengkapi delapan peserta di PON XXI/2024 nanti, maka tuan rumah Aceh dan Sumatera Utara mendapatkan satu tiket wildcard pada setiap nomor pertandingan.
Jauh hari sebelum babak kualifikasi PON berlangsung, Pengprov Pergatsi DKI Jakarta menarget atletnya lolos sebanyak mungkin ke PON, untuk mencapai target dua medali emas yang dijanjikan kepada kontingen DKI Jakarta.
Kedua nomor yang diandalkan adalah sektor tunggal putra dan tunggal putri. Tapi malangnya, satu atlet andalan DKI Jakarta Wulan Gestafanja Wokas didiskualifikasi panitia dengan alasan tidak ada surat pindah Wulan dari Sulawesi Utara ke DKI Jakarta.
Padahal Wulan yang berstatus mahasiswi Akornas sudah tercatat sebagai atlet Pelatda gateball DKI Jakarta sejak Juni 2022, dan memiliki KTP DKI tertanggal 2 Agustus 2022.
“Dengan adanya kasus ini maka peluang DKI untuk meloloskan dua atlet potensial ke PON jadi hilang satu. Padahal Wulan sudah sempat menjalani laga pertama dan menang atas wakil Yogyakarta di babak penyisihan grup,” kata pelatih kepala gateball DKI Jakarta Sholehuddin
Sholeh menjelaskan, pihaknya sudah bersurat kepada Pergatsi Sulut tertanggal 26 Juli 2022 perihal mutasi atlet dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dimana Wulan menenpuh Pendidikan di Akornas, dan ber-KTP DKI Jakarta dengan alamat di Kelurahan Kelapa Dua Wetan sesuai KTP.
Atas dasar tersebut, surat Pergatsi DKI dijawab Pergatsi Sulut bernomor 18/Pergatsi/SU/VIII/2022 tertanggal 6 Agustus 2022 dengan isi permohonan Pergatsi disetujui Pergatsi Sulut dari hasil rapat tanggal 6 Agustus 2022.
Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum Pergatsi Sulut Sutopo ST, dan Sekretaris Umum Drs Jefri Massie
Namun di lain pihak Sekjen PB Pergatsi Puja Samedhi membantah pihaknya telah menerima surat dari Pergatsi. “Pergatsi DKI tidak bisa menunjukkan surat kepindahan dari KONI Sulut,” jelasnya. (Bu)







Komentar