oleh

Klub DETEC Tak Pernah Surut Membina, Melatih dan Melahirkan Bintang Tenis untuk Membanggakan Indonesia

JAKARTA-Sungguh ironis keberadaan klub tenis di Tanah Air yang selama ini jadi ujung tombak membina dan melatih untuk melahirkan pemain tim nasional (timnas) Indonesia, keberadaannya sama sekali tidak mendapat (nihil) perhatian apalagi bantuan sarana dan fasilitas dari pemangku olahraga di Tanah Air.

Namun demikian fakta miris tersebut, tidak lantas membuat salah satu klub yang sejauh ini telah banyak melahirnya sederet nama petenis top nasional, yakni klub DETEC berkecil hati. DETEC tak pernah redup untuk terus membina, melatih dan melahirkan bintang tenis untuk membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional, regional dan internasional.

“Sejak Klub DETEC berdiri sampai sekarang, tidak pernah kami terima sedikit pun perhatian apalagi bantuan, baik dana atau fasilitas penunjang (lapangan) dari pemangku olahraga negeri ini. Pernah sekali kami dikunjungi Pak Menpora Imam Nahrowi, tapi tidak ada tindak lanjut dikemudian harinya dari kunjungan di lapangan gravel Senayan yang kini sudah tergusur dan belum ada gantinya,” kata Deddy Prasetyo ditemui disela-sela mengamati latihan anak asuhnya di Lapangan Tenis  Wisma Sanita PU Benhil, Jakarta, Senin (3/2/2025).

Meski menghadapi keadaan yang sungguh ironis ini, klub DETEC sedikit pun tak pernah redup atau pun surut untuk terus melatih dan membina atletnya, untuk tujuan sangat mulia mencetak dan melahirkan bintang tenis untuk mengharumkan Indonesia di single atau multi event tenis untuk Indonesia.

“Kami tetap berusaha sekuat tenaga dengan keterbatasan yang ada, membina dan melatih bintang-bintang muda tenis Indonesia,”  tutur Deddy. “Bahkan kami harus pindah-pindah tempat latihan setelah “base camp” kami di lapangan tenis gravel Senayan digusur dan tak ada gantinya sarana latihan.tenis yang sepadan hingga sekarang ini.  Sulit sekarang mencari lapangan tenis untuk jadi tempat latihan pemain yang tergabung di Klub DETEC. Tapi kami tetap semangat untuk mencetak dan melahirkan bintang tenis Indonesia, walau menghadapi banyak  keterbatasan,” terang Deddy.

DETEC tetap disegani karena atlet binaan klub ini tetap tak tergusur di jajaran papan elit pertenisan Indonesia, baik di level yunior atau senior. Klub satu ini tercatat ikut melahirkan sederet bintang tenis Indonesia, mulai dari Dede Suhendar, Benny Wijaya, Suwandi, Febi Widhiyanto, Christopher Rungkat sampai Priska Madelyn Nugroho pernah mendapatkan polesan pelatih ‘bertangan dingin’ Deddy Prasetyo.

“Ada kebanggaan tersendiri yang tak dapat dinilai dengan uang jika pemain binaan menorehkan prestasi membanggakan untuk mengharumkan Indonesia,” ungkap Deddy. (dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *