JAKARTA-Airlangga Hartarto resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bakti 2026-2030. Ia baru saja dilantik bersama jajaran kepengurusan PB WI oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Aloft Hotels Jakarta Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.
Pascapelantikan, kepengurusan baru ini langsung tancap gas membidik prestasi di panggung internasional, mulai dari Asian Games hingga persiapan menuju Olimpiade.
Airlangga menegaskan bahwa tantangan olahraga wushu ke depan akan semakin berat. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah menjaga tradisi medali emas di ajang multicabang bergengsi, terdekat adalah Asian Games yang akan digelar di Nagoya, Jepang.
“Kami sangat berharap dalam Asian Games wushu bisa juga menyumbangkan medali emas, karena dalam beberapa Asian Games sebelumnya wushu selalu berpartisipasi dan mendapatkan medali emas,” ujar Airlangga saat diwawancarai media.
Pada Asian Games Jakarta 2018, wushu berhasil menyumbangkan 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Medali emas dipersembahkan Lindswel Kwok. Saat itu, wushu telah masuk dalam daftar 11 cabang olahraga penyumbang 31 medali emas bagi Kontingan Indonesia yang untuk pertama kali mencatat sejarah berada di peringkat empat perolehan medali.
Pada Asian Games Hangzhou 2022 (yang digelar September 2023), wushu mempertahankan prestasinya dengan merebut 1 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Sumbangan medali emas yang dipersembahkan Haris Horatius itu menjadi salah satu dari 7 medali emas yang diraih Kontingen Indonesia. Medali emas lainnya dipersembahkan balap sepeda (1), menembak (2), dayung (dragon boat-1), angkat besi (1), dan panjat tebing (1).
Siapkan Fondasi Jangka Panjang
Selain Asian Games, Airlangga juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan fondasi jangka panjang apabila wushu resmi dipertandingkan di ajang Olimpiade. Strategi utamanya adalah melakukan regenerasi total mengingat beberapa atlet andalan senior, termasuk Edgar Xavier Marvelo, sudah tidak bertanding lagi.
Sebagai modal positif, Airlangga menunjukkan prestasi gemilang skuad muda Indonesia di kancah dunia. Di level junior, Indonesia berhasil membawa pulang 29 medali pada Kejuaraan Dunia Junior terbaru.
Selain itu, PB WI juga menggembleng atlet pelapis. Nama-nama potensial seperti Seraf Naro Patricia Geraldine juga disebut dan kini disiapkan intensif untuk masuk level senior.
“Pengalaman merupakan hal yang sangat penting, dan juga mental serta motivasi. Jadi itulah yang menjadi tantangan bagi kami,” tambah Airlangga.
Menatap Asian Games 2026 Nagoya, PB WI terus melakulan persiapan intensif di pelatnas. Hanya saja, sejauh ini beum ada dana pelatnas yang cair. Airlangga menyampaikan bahwa persoalan itu akan dicarikan solusi. “ Ya tetap kita carikan jalan keluar,” jelasnya.
Saat ditanya target spesifik soal berapa jumlah medali yang ingin diraih di Asian Games 2026, PB WI pimpinannya tak memberikan target khusus. “ Tidak ada,” jawabnya singkat.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas konsistensi prestasi wushu Indonesia di level internasional.
Marciano mengingatkan kembali rekam jejak impresif wushu Indonesia yang sukses menyabet predikat Juara Umum pada SEA Games 2025 lalu, performa apik di SEA Games sebelumnya, serta raihan medali emas di kejuaraan dunia.
“Besar harapan saya pada Asian Games yang akan datang, Wushu kembali menjadi cabang olahraga yang memberikan medali emas kepada Indonesia dan membuat kita semua bangga karena prestasinya,” ungkap Marciano setelah melantik kepengurusan baru tersebut.
Marciano juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh kepada pembinaan yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto demi menjaga kejayaan wushu Indonesia di panggung dunia selama empat tahun ke depan.(dk/fs)







Komentar