oleh

Pesan Muanas Alaidid: Pak Said Didu, Jangan Mau Dijerumuskan Orang

-Nasional-926 views

POSKOTA.CO – Sebaiknya minta maaf soal kasus hukumya. jgn mau ‘dijerumuskan’ org sekelilingnya dg beri masukan yg tdk benar, kebebasan berpendapat, alasan bnyk dukungan, HAM, dll. Saran ini disampaikan, politisi Partai Solidaritas Indonesia, Muannas Alaidid kepada Said Didu, lewat akun twitternya.

Muannas mengingatkan Said Didu agar tidak dijerumuskan oleh orang di sekelilingnya karena mengarahkan pada sikap yang tidak benar. “Jangan mau ‘dijerumuskan’ orang sekelilingnya dengan beri masukan yang tidak benar, kebebasan berpendapat, alasan banyak dukungan, HAM, dan lain-lain,” kata dia.

Sebelumnya, Muannas Alaidid menanggapi pembatalan pemanggilan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu ke Bareskrim Polri. Said Didu beralasan tak hadir karena mematuhi undang-undang karantina dan PSBB di tengah pandemi corona.

“Kalo ikutin logikanya Said Didu harusnya semua pelaku kriminal lainnya tidak boleh ada yang ditangkap dan diproses hukum selama pandemi,” tulis @muannas_alaidid di Twitter.

Muannas pun mempertanyakan aturan demokrasi di Indonesia. “Apa iya demokrasi kita tidak ada aturan, apa iya semua orang boleh berbuat sesukahatinya dalam situasi hari ini. @DivHumas_Polri,” kata dia.

Said Didu tak hadir memenuhi panggilan, dikatakan Helvis, karena mematuhi Undang-undang (UU) Karantina dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jakarta serta Maklumat Kapolri dalam pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kuasa hukum Said Didu, Helvis menegaskan jika pemeriksaan akan dijadwal ulang. “Alasannya gak ada, kita hanya menghargai ada Undang-Undang Karantina, peraturan pemerintah, sampai ada maklumat Kapolri,” ujar dia.

Kemudian, kata dia, apabila kliennya hadir memenuhi panggilan, dikhawatirkan tertular virus Corona dan terjadi kerumunan orang banyak.[]

Muannas Alaidid
@muannas_alaidid
Saran saya ke pak @msaid_didu
sebaiknya minta maaf soal kasus hukumya. jgn mau ‘dijerumuskan’ org sekelilingnya dg beri masukan yg tdk benar, kebebasan berpendapat, alasan bnyk dukungan, Ham, dll. (***)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *