POSKOTA.CO-“Kita bersykur karena sudah bisa menetapkan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di BKKBN dan melantik sekaligus memulai pekerjaan pada hari ini yaitu Bapak Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd sebagai Deputi bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi dan juga Bapak Nopian Andusti, SE, MT sebagai Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Atas nama BKKBN dan juga atas nama pribadi kami mengucapkan selamat kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang baru saja dilantik. Tentu saudara memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam struktur organisasi pemerintahan dalam memfokuskan perkembangan serta mengoperasionalkan kebijakan di BKKBN”, kata Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo saat melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya bertempat di ruang Auditorium BKKBN, Jakarta Timur, Jum’at (01/09/2021).
Menurut Hasto, proses panjang untuk bisa duduk didalam jabatan tinggi madya sebagai deputi tentu bukan suatu yang mudah dan harus melalui proses yang sangat panjang. Melalui kompetensi-kompetensi yang sangat erat hubungannya dengan program “Bangga Kencana” serta Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Oleh karena itu tanggung jawab yang harus diemban bersama dirinya yang harus mempertanggungjawabkannya kepada Bapak Presiden yang sebetulnya juga bertanggung jawab kepada negara dan bangsa. Itu tentu sangat terasa bahwa hal tersebut adalah tanggungjawab yang tidak ringan untuk kemudian harus mampu menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Semua itu tentu tidak terlepas dari hal-hal baru yang ada di BKKBN. Kita berharap agar kita bersama-sama bersinergi untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Ada hal baru yang menjadi fokus utama kita bersama yaitu program percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, masalah covid-19 yang masih perlu di tangani untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional serta membantu program pemerintah mensukseskan penyelenggaraan vaksinasi nasional”, ucap dr. Hasto
Hasto mengajak para pejabat baru agar terus berkoordinasi dengan semua pihak agar berbagai persoalan bisa ditangani bersama-sama dengan penuh tanggung jawab. Khusus yang terkait dengan penurunan stunting tentunya harus terus menerus dilakukan pencegahan dengan cara mengedukasi melalui penyuluhan ke masyarakat, agar penurunan stunting bisa sukses. Kalau bisa dengan melakukan persiapan-persiapan sejak masa kehamilan.
Sebetulnya semua pihak harus menyadari bersama bahwa di dalam melakukan penyisiran kota di berbagai daerah nusantara harus dilaksanakan sesuai dengan arahan dan koordinasi yang tepat agar BKKBN mampu melibatkan semua pihak dalam mengatasi kualitas sumber daya manusia. Jadi sudah selayaknya Indonesia bisa sukses di dalam mengatur kuantitas dan siap dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2025 mendatang. Kemudian bagaimana BKKBN bisa mengatur kualitas sumber daya manusia yang berencana itulah tugas dari BKKBN.
“Maka dari itu program penurunan tingkat stunting adalah hal yang paling tepat agar kemudian program ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, oleh karena itu kita harus bersinergi bersama mengenai tugas baru. Kemudian kita bisa memanfatkan tugas yang sebaik-baiknya agar bisa mencapai target dari BKKBN tentu perlu dukungan semua pihak dengan memberikan edukasi mengenai gizi yang seimbang, penyuluhan, serta melakukan pencegahan-pencegahan pada masa reproduksi. Hal seperti ini ketika kita bisa menjalankan tugas dengan baik dan bersungguh-sungguh saya percaya pasti akan ada jalan serta kemudahan dan bermanfaat untuk masyarakat luas pada umumnya”, tutup dr. Hasto.(*/fs)







Komentar