oleh

Kementerian ESDM dan PLN Pastikan Infrastruktur Kelistrikan Kondisi Prima Masa Idulfitri 1446 H

CIREBON – Kementerian Energi dan Sumber Data Mineral (ESDM) bersama PT PLN memastikan infrastruktur kelistrikan menyeluruh beroperasi secara prima dalam menghadapi mudik Idulfitri 1446 Hijriah termasuk fasilitas bagi masyarakat yang memakai kendaraan listrik.

“Yang kami lakukan di Kementerian ESDM, meminta kepada PLN untuk melakukan persiapan dan pengecekan kelistrikan lebih awal agar tidak terjadi gangguan selama perayaan Idulfitri 1446 H termasuk antisipasi persiapan personel dan peralatan,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dan Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto saat meninjau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik yang ada di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (28/3/2025).

“Pengecekan dan pemegolahan jaringan kelistrikan tentunya sangat penting mengantisipasi gangguan kelistrikan di masyarakat selama Idulfitri 1446 H,” tambah Yuliot Tanjung, dalam keterangan tertulis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Minggu (30/3/2025).

Sementara, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, jajarannya berjuang semaksimal mungkin menjaga keandalan pasokan listrik selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri 1446 H dengan lengecekan menyeluruh mulai dari pasokan energi primer, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga personel.

“Kesiagaan jajaran PLN sejak 17 Maret hingga 11 April 2025 dan memproyeksikan beban puncak selama periode siaga ini sebesar 45 Gigawatt (GW). Dengan daya mampu kelistrikan sebesar 67 GW, maka masih ada reserve margin sebesar 22 GW atau sekitar 40 persen,” ujarnya.

Sedangkan, Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menambahkan, masyarakat yang mudik lebaran tahun 2025 ini dengan menggunakan kendaraan listrik tentunya akan meningkat enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

“Mengantisipasi kendaraan listrik bertambah banyak sehingga Unit SPKLU atau tempat pengisian baterai kendaraan listrik segingga harus ditangani pihak yaitu sekotar 3.558 unit SPKLU dan tersebar di 2.412 titik,” katanya.

Khusus wilayah Jabar, imbuh Adi, PLN menambah SPKLU enam kali lipat atau tersedia 617 unit SPKLU yang tersebar di 406 lokasi di Jawa Barat dengan 2.436 petugas selama 14 jam penuh. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *