oleh

Hari Pertama Operasi Patuh 2022, Polri Tindak 20.047 Pelanggar Lalin

POSKOTA.CO – Hari pertama Operasi Patuh 2022 di seluruh Indonesia, Polri menindak 20.047 pelanggar lalu lintas (lalin), baik pengguna roda empat maupun roda dua. Petugas menindak langsung atau tilang dengan menggunakan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE) yang dioperasikan secara statis, baik secara mobile atau lewat teguran.

Hal itu dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (14/6/2022). “Kami laporkan pelaksanaan Operasi Patuh 2022 oleh polda jajaran pada hari pertama Senin (13/6/2022), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas sebanyak 20.047 penindakan,” ujar Brigjen Ramadhan, melalui siaran pers.

Tercatat ada 2.698 penindakan tilang elektronik dan 17.349 teguran. Polda Jawa Timur menjadi yang daerah dengan pelanggar lalu lintas terbanyak, yakni 1.194 E-TLE statis, 569 E-TLE mobile, dan 2.838 teguran sehingga totalnya 4.605 penindakan. Polda Jawa Barat terdapat 126 tilang elektronik statis dan 4.052 teguran, sehingga total ada 4.178 penindakan.

Berdasarkan jenis kendaraan, pelanggar lalu lintas dengan kendaraan sepeda motor merupakan yang terbanyak, yakni 8.378 pelanggaran. Tercatat tiga jenis pelanggaran terbanyak, yakni berboncengan lebih dari satu penumpang sebanyak 4.189 pelanggaran.

Pengguna helm tidak sesuai dengan SNI (standar nasional Indonesia) sebanyak 3.303 dan melawan arus 508 pelanggaran. Sedang penindakan terhadap pelanggar dengan kendaraan mobil dan kendaraan khusus sebanyak 2.578 pelanggaran.

Ada tiga jenis pelanggaran terbanyak, yakni melebihi muatan sebanyak 1.289 pelanggaran, penggunaan sabuk pengaman sebanyak 1.020 pelanggaran dan melawan arus sebanyak 100 pelanggaran.

Untuk diketahui, Operasi Patuh 2022 akan berlangsung selama dua pekan mulai tanggal 13 sampai 26 Juni di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini digelar bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.

Hari pertama Operasi Patuh 2022, Polri mencatat peristiwa kecelakaan sebanyak 101 kejadian. Akibat kecelakaan itu 11 korban meninggal dunia, 8 korban luka berat dan 123 korban luka ringan. Jumlah kerugian akibat kecelakaan tersebut senilai Rp136 juta. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.