oleh

Deputi KSPK BKKBN : Jumlah Sekolah Lansia di Aceh  Lampaui Target

BANDA ACEH-Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nopian Andusti, mengatakan, jumlah sekolah lansia di Aceh telah melampaui target nasional.

“Kami turut berbahagia karena berdasarkan data sampai  2 Juli 2024, Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh telah membentuk 34 sekolah lansia dari target 22 sekolah lansia di tahun 2024 ini,” kata Nopian.

Sebutnya, dari 34 sekolah lansia, atau mencapai 154,55% dari target, yang tersebar  di 23 kabupaten/kota  di Aceh, terbanyak terdapat di Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah 12 sekolah lansia.  Sementara 22 kabupaten/kota lainnya masing-masing satu sekolah lansia.

Ini kunjungan kerja pertama Deputi KSPK ke Aceh di tahun  2024. Dan setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh  Besar, Nopian bersama rombongan menuju Kota Banda Aceh.

Selesai shalat Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman, Nopian, kemudian melakukan kunker ke Sekolah Lansia Mandiri di Desa Kota Baro, Kecamatan Kuta Alam. Sekira 25 lansia berusia 60 hingga 78 tahun sudah menanti kehadiran Deputi KSPK tersebut.

Murid Sekolah Lansia Mandiri memiliki latar pendidikan dari Sekolah Dasar hingga S2. Dengan rincian SD sebanyak tiga orang, SLTP dua orang, SLTA  empat, D3 empat, S1 10 orang, dan S2 sebanyak dua orang.

Turut medampingi pada kunker Deputi KSPK, Sekretaris BKKBN Aceh, Ihya, Ketua Tim kerja Bidang KSPK, Dina Astita, dan Pj. Camat Kuta Alam.

Penduduk Lansia

Penduduk lanjut usia (2023) di Indonesia  tercatat 11,75%.  Hal ini menunjukkan bahwa negara Indonesia sudah memasuki era penduduk menua (ageing population). Sedangkan jumlah persentase lansia di Provinsi Aceh saat ini sebesar 8,67% (tahun 2023).

Dengan jumlah lansia yang banyak dengan berbagai potensi dan kondisi lansia, kata Nopian, diharapkan lansia dapat menjadi potensi penggerak ekonomi, sosial budaya. “Para penduduk lansia  harus diupayakan menjadi SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Bermartabat). Sehingga menjadi lansia yang tangguh, produktif, berguna, berkualitas, mandiri dan bahagia di masa tuanya,” imbuhnya.

Selanjutnya ia menjelaskan, lansia yang SMART dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Sekolah Lansia BKKBN memiliki tujuan yang sama dalam upaya menjadikan lansia sehat, aktif, mandiri, produktif dan bermartabat, sesuai  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2021 Tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan untuk mewujudkan lansia mandiri, sejahtera dan bermartabat.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat jumlah penduduk Aceh berjumlah 5.274.871 jiwa. Dari jumlah tersebut jumlah penduduk  lanjut usia di Aceh tercatat 7,79%. Kemudian meningkat pada 2023 menjadi 8.67%.

Sedangkan di Kota Banda Aceh dari data BPS, pada 2023 tercatat jumlah penduduk sekira 259.538 jiwa. Dari jumlah tersebut,  20.949 jiwa  penduduk berusia lansia, dengan rincian lansia perempuan sebanyak 10.718 jiwa dan lasia laki-laki sekira 10.231 jiwa.

Sekolah Lansia Mandiri

Ibu kota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, memiliki satu sekolah lansia dengan pembiayaan dilakukan secara  swadaya oleh masyarakat atau mandiri.  Sekolah lansia itu bernama Sekolah Lansia Mandiri Gampong (desa) Kota Baru. Murid lansia tertua bernama Muchtar dengan pendidikan terakhir D3.

Menurut Keuchik (Kepala Desa) Kota Baro, Eddy Erwinsyah, saat menyambut hangat kedatangan Deputi KSPK BKKBN RI,  pihaknya mewacanakan tahun depan akan memplotkan Dana Desa untuk membiayai Sekolah Lansia Mandiri. Namun ia juga sempat meminta  BKKBN juga dapat membantu anggaran untuk Sekolah Lansia  Mandirido di desanya.

“Warga lansia saya sangat bersemangat mengikuti setiap pertemuan yang sudah enam kali dilakukan. Semua pemateri yang kami undang tanpa dibayar honornya,” papar Eddy.

Lansia di Gampong Kota Baru tercatat sebanyak 187 orang dan Sekolah Lansia Mandiri sebagai sekolah lansia  percontohan. Lokasinya tepat berada di belakang Kantor Perwakilan BKKBN Aceh. Desa ini juga tempat tinggal orang tua mantan Deputi KSPK BKKBN, Prof. Dr. dr. M.Yani, M.Kes, PKK.

Mendengar pidato sambutan Keuchik Eddy, Deputi KSPK, Nopian mengatakan,  apa yang dilakukan Keuchik Kota Baru dapat dicontoh kepala desa lainnya di Kota Banda Aceh  dalam upaya menjadikan warga lansia nya menjadi lansia yang tangguh dan sehat.

“Saya yakin dan percaya tidak ada yang tidak  bahagia di sekolah lansia. Saya juga yakin semangat omah, opah, nenek, dan kakek kita tidak kalah dengan remaja. Apalagi saat bertemu bisa menjalin dan mempererat silaturahmi, juga bisa saling curhat,” kata Nopian.

Lanjutnya, “Kalau sudah ke sekolah senang ngga? Pasti senang,  karena kalau di rumah bosan dan pas hari sekolah, siap betul.”

Kemudian, Deputi KSPK mengatakan, Sekolah Lansia Mandiri Gampong Kota Baro juga merupakan aset bagi desa ini dan Kecamatan Kuta Alam. “Sekolah Lansia Mandiri  ini aset dan saham kita yang akan memasuki lansia. Suatu saat nanti  kita juga akan menjadi murid sekolah lansia,” tegas Nopian.

Salah seorang murid Sekolah Lansia  Mandiri, Mariana usia  69 tahun, mengaku sangat  semangat jika tiba waktu sekolah. Karena ia bisa bertemu dengan teman-teman, selain bisa menambah ilmu terkait kesehatan.

“Pas di sekolah benar kita saling curhat dan bercerita.  Kita semakin bersemangat apalagi  saat materi kesehatan. Ilmu yang didapat nanti kita akan bagi ke kawan-kawan yang lain dan keluarga,” pungkas Mariana, lansia yang masih aktif berorganisasi dengan penuh semangat ini.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *