oleh

Wanita Bertubuh Semok, Nekad “Gituan” di Halte Bus Senen si Lelaki Diburu Polisi

POSKOTA.CO – Mengaku iseng wanita bertubuh semok (gemuk berisi tapi agak kendor) melakukan asusila dengan pria yang baru kenal di halte bus Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, sempat viral di media sosial (Medsos) ditangkap polisi.

“Wanita berinisial MA, 21, warga Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, sehari setelah kejadian berhasil diamankan petugas kepolisian tak jauh dari TKP,” ujar Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono didampingi Kanit Reskrim AKP Bambang.

Dalam keterangan pers, Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Burhanuddin, didampingi Kompl Ewo Samono menuturkan perbuatan asusila itu dilakukan pada hari Kamis (20/1) sekitar pukul 21:00, di salah satu halte bus tak jauh dari gedung sekolahan.

Ketika sepasang sejoli itu sedang melakukan asusila mendadak melintas pengendara sepeda motor dan kemudian merekam perbuatan mereka hingga kemudian di share ke salah satu media sosial.

Dari rekaman yang ditayangkan itu polisi segera melakukan pengecekan di sepanjang lokasi dan ternyata benar perbuatan asusila dilakukan di halte bus. Dan petugas dari Polres dan Polsek Senen pun segera melakukan pencarian sepasang kekasih itu yang melakukan asusila.

MA, berada di kantor polisi

Setelah kejadian itu petugas gabungan terus mencari pelakunya hingga akhirnya polisi awalnya mencurigai wanita berkulit sawo matang ini. Begitu diinterogasi di lapangan wanita ini akhirnya mengakui perbuatannya.

Kini wanita berinisial MA ini segera diamankan ke kantor polisi. Dari hasil BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Polisi, wanita ini mengaku dibayar kemudian diajak makan,” tegas Kasat Reskrim AKBP Burhanuddin didampingi Kapolsek Kompol Ewo.

Wanita ini juga mengaku tidak mengenal pria kencan nya, kami hanya kenalan di halte dan kemudian diajak makan setelah berbuat asusila. Namun petugas hingga saat ini masih mencari pria kencan nya yang sudah diketahui ciri-cirinya.

“Akibat perbuatan melanggar asusila si tersangka MA akan dikenakan pasal 281 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana kurungan 2 tahun delapan bulan,” tegas AKBP Burhanuddin.(silaen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *