oleh

Sering Tersumbat, Saluran Air di RW 06 Kebon Kosong Kemayoran Dikuras

-Megapolitan-183 views

POSKOTA.CO – Saluran air di lingkungan pemukiman padat penduduk RW 06 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai dikeruk dengan manual. Pengerukan lumpur dikerjakan sejak awal Oktober 2020 lalu oleh Satuan Tugas Sumber Daya Air (Satgas SDA) Kecamatan Kemayoran.

Pasalnya, saluran air yang kerapkali banjir di saat hujan deras turun, lantaran saluran air ini tersumbat dan dipenuhi sedimen lumpur.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Kemayoran Supriyadi menerangkan, kegiatan pengurasan lumpur di lingkungan RW 06 Kebon Kosong dikerjakan sekitar dua pekan lalu.

Menurut Supriyadi, pengurasan lumpur di saluran air itu sudah dikerjakan sepanjang 400 meter dengan lebar saluran 60 cm dan ketebalan sedimen lumpur 50-60 cm.

“Hingga saat ini, lumpur sudah terangkut sekitar 15 mobil atau 60 kubik. Ada 25 Satgas SDA Kecamatan Kemayoran yang dikerahkan untuk menguras lumpur tersebut,” ungkapnya, Minggu (18/10/2020).

Kendala dalam pengurasan, kata Supriyadi, saluran air banyak tertutup inrit rumah warga dan akses jalan di gang kecil. Sehingga pengangkutan lumpur harus menggunakan gerobak dorong.

Ketua RW 06 Ghurabillah (Bibing) mengatakan, saluran air di pemukiman lingkungan RW 06 ini hampir 30 tahun tidak pernah dikuras.

“Luas lingkungan RW 06 sekitar 14, 84 hektare yang terbagi dari 9 RT dengan 2.339 jiwa penduduk ini warganya guyub dan kompak mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebenarnya kami menginginkan saluran air di lingkungan RW 06 dinormalisasi seluruhnya. Sehingga dapat berfungsi dengan lancar aliran airnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Joko Sarjono menegaskan, pihak Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) telah menyatakan jalan dan saluran air merupakan jalan MHT milik Pemprov DKI Jakarta.

“PPKK hanya membebaskan tanah dan bangunan sebagian rumah warga, saat ini masih banyak warga yang belum dibebaskan. Pihak PPKK telah mengirim surat ke Gubernur, Kepala Dinas SDA, Bina Marga. Sesuai arahan dari BPAD DKI Jakarta, pihak Sekneg cq PPKK agar membuat MoU. Sehingga akan memperjelas status sarana dan prasarana jalan dan saluran air di Kebon Kosong,” jelasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *