oleh

Plasa dan Pasar Bogor Dibongkar, Walikota Dedie: 600-an Pedagang Harus Komitmen Pindah ke Tempat Penampungan

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor memastikan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Pasar dan Plasa Bogor akan segera dilaksanakan. Kebijakan ini menandai berakhirnya tahap sosialisasi dan masuk ke fase eksekusi di lapangan.

Wali Kota Dedie A. Rachim menegaskan bahwa relokasi bukan lagi sebatas rencana. Pemerintah kini menitikberatkan pada pelaksanaan berdasarkan komitmen yang telah disepakati bersama para pedagang.

“Bukan sosialisasi lagi, tapi penetapan komitmen dari pedagang. Mereka akan pindah pasca Lebaran,” ujarnya di Balaikota, Rabu (25/3/2026).

Menurut Dedie, langkah teknis di lapangan mulai dijalankan segera. Relokasi dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri, sesuai kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya. Lokasi tujuan relokasi dipusatkan di Pasar Jambu Dua yang telah disiapkan sebagai tempat baru bagi para pedagang.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menjelaskan bahwa penertiban akan dilakukan di sejumlah titik strategis yang selama ini dipadati PKL, yakni, Jalan Pedati, Lawang Seketeng dan Kampung Cincau, Kawasan Suryakencana, sekitar Plaza dan Pasar Bogor.

Jenal mengatakan, berdasarkan data pemerintah, di Jalan Pedati tercatat 119 pedagang. Lawang Seketeng & Kampung Cincau ada 496 pedagang, Suryakencana 83 pedagang, Sekitar Plaza & Pasar Bogor ada 619 pedagang.

“Jadi total pedagang yang terdampak mencapai lebih dari 600 orang,” kata Jenal.
Pemerintah menyebut proses relokasi kali ini relatif kondusif. Paguyuban Persatuan Pedagang Pasar Bogor telah menyatakan persetujuan dan menandatangani surat komitmen.

Para pedagang sepakat untuk mulai pindah pada H+2 Idulfitri, karena tujuan penataan kota dengan relokasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menata kawasan pusat kota agar lebih tertib, nyaman, dan representatif.

“Selain mengurangi kepadatan dan kesemrawutan, kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih terorganisir,” kata Dedie Rachim. (yopy/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *