JAKARTA – Menjelang pergantian rezim pemerintahan yang biasanya disusul oleh pergantian pimpinan di Perusahaan Tambang Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina), diharapkan sosok yang bakal memimpin perusahaan milik negara tersebut punya keahlian khusus di bidang pertambangan. Siapapun orangnya, baik dari dalam atau luar perusahaan, yang penting mumpuni.
Hal itu disampaikan pengurus Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta pada acara Ngobrol Santai (Ngobras) Bersama Wartawan di kantornya Jl Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (22/3). Acara Ngobras merupakan salah satu rangkaian acara perayaan HUT Ke-23 SPPSI Jakarta. “Siapapun sosok yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menduduki pimpinan Pertamina, kami siap bekerja sama,” kata Ketum SPPSI Jakarta Mohammad Anis didampingi sejumlah pengurus.
Menurutnya meskipun organisasi pekerja yang dipimpinnya siap untuk bekerja sama, namun pihaknya juga berharap sosok pemimpin masa depan harus bisa membesarkan dan menyatukan perusahaan pelat merah tersebut. “Pemimpin masa depan diharapkan dapat mempersatukan anak-anak perusahaan sehingga Pertamina menjadi makin besar dan diberi kewenangan sebagai operator sekaligus regulator. Sejak Pertamina cuma berwenang sebagai operator, maka fungsinya tidak efektif dan tidak efisien,” ungkap Mohammad Anis.
Jika Pertamina dipercaya sebagai operator dan regulator, pengelolaan hasil tambang dari hulu hingga hilir akan lebih efektif dan efisien. Diharapkan pemerintahan baru nantinya dapat mengakomodir aspirasi pekerja sebagaimana yang diserukan oleh SPPSI Jakarta.
Menurutnya, untuk memilih sosok yang ahli di bidang pertambangan minyak dan gas, tidak harus dari internal perusahaan. “Bisa juga orang dari luar Pertamina tapi punya keahlian khusus yang dapat memajukan perusahaan. Kita butuh pemimpin yang benar-benar menguasai bidang tersebut. Orang yang punya naluri di bidang pertambangan, karena sesuatu hasil tambang yang belum terangkat dari bumi, belum diketahui ujudnya. Untuk itulah kita perlu sosok pimpinan yang paham soal itu,” papar Mohammad Anis kepada puluhan wartawan yang hadir pada acara Ngobras.
Selepas acara ngobrol bersama wartawan, kegiatan yang bertajuk Tasyakuran HUT Ke-23 SPPSI Jakarta dan Buka Bersama dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim dari Yayasan Anak Yatim Al-Huda. Acara tersebut dihadiri segenap pengurus organisasi SPPSI Jakarta, termasuk Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), dan lainnya. Pada puncak acara ini dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim, pekerja pendukung perusahaan seperti sekuriti, tukang parkir, cleaning service, dan lainnya. Lalu dilanjutkan dengan acara pemotongan nasi tumpang dan buka bersama lalu ditutup dengan doa. (jo)







Komentar