oleh

Peluang Kerja Keluar Negeri Terbuka, Kadisnaker Kota Depok: Perlu Menguasai Bahasa dan Budaya Asing

DEPOK – Pemerintah kota (Pemkot) Depok terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Japan Job Fair Civil Engineer tahun 2025 yang dilaksanakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) Depok.

“Kesempatan kerja bagi generasi muda atau kalangan mahasiswa lulusan teknik sipil tentunya masih banyak terbuka di luar negeri khususnya Jepang yang bergerak di sektor kontruksi dan infrastruktur,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Depok, Sidik Mulyono saat membuka Job Fair Civil Engineer tahun 2025 mewakili Wali Kota Depok, Supian Suri di Gedung FT UI, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan diikuti sepuluh perusahaan Jepang digagas PT Kebun Teknologi Indonesia (Kebuntech) ini terselenggara berkat kerja sama dengan Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Japan, ANC Japan Co., Ltd, PWC Consulting, serta didukung oleh Career Development Center (CDC) UI, tentunya membuka peluang kerja generasi muda untuk berkiprah di dunia usaha.

Sidik Mulyono mengungkapkan kegiatan kolaborasi lintas negara dan sektor ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menekan angka pengangguran, serta memperluas cakupan kerja bagi lulusan-lulusan vokasi dan perguruan tinggi.

“Tentunya menjadi bukti nyata pemerintah hadir menjembatani kebutuhan pencari kerja di dalam maupun luar negeri. Semua itu harus diimbangi penguasaan bahasa dan budaya di negara yang siap menerima pekerja asal Indonesia,” ungkapnya.

Menurut dia, di tengah pesatnya perkembangan global dan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap masuk ke dunia kerja, mampu beradaptasi, dan memiliki daya saing internasional.

Data yang ada, diakuinya, dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Depok pada tahun 2024 turun menjadi 6,27 persen, dari 6,97 persen di tahun sebelumnya.

Walaupun ada penurunan,  tantangan masih besar karena angkatan kerja lebih cepat dibandingkan pertumbuhan lapangan kerja yang tersedia di dalam negeri.

“Untuk itu lapangan pekerjaan di Jepang, Korea Selatan dan Singapira masih banyak membuka lowongan pekerjaan antara lain sektor teknik, hospitality, kesehatan, pertanian dan perikanan,” ujar Sidik.

Sidik menegaskan pentingnya mengikuti prosedur dan skema penempatan resmi sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ini mencegah calon pekerja menjadi korban sindikat penempatan ilegal. “Terpenting adalah kompetensi bahasa asing dan kesiapan memahami budaya negara tujuan. Semua itu menjadi kunci keberhasilan bekerja di luar negeri,” tegasnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *