oleh

Kota Bogor Akhirnya Menyandang Status Zona Merah Covid-19

POSKOTA. CO – Kota Bogor akhirnya menyandang status zona merah Covid 19. Setelah setiap harinya ada pergerakan kenaikan jumlah kasus positif terus bertambah. Kasus terbaru, hari ini Sabtu (29/8/2020), tercatat 21 orang dinyatakan positif Covid-19.

Penularan Covid 19 di keluarga, kantoran dan rumah tangga, kian mencemaskan masyarakat Kota Bogor. Dokter yang memeriksa para korban Corona ini, lalu menyarankan agar, melakukan isolasi mandiri atau menjalani rehab di rumah sakit.

Ketua Satgas Covid19 Kota Bogor, Dedie A Rachim menuturkan, asal kasus di kluster keluarga, kantoran dan rumah tangga yang saat ini marak di Kota Bogor berasal dari tiga penyebab utama.

Pertama, kepala atau anggota keluarga bekerja di perkantoran wilayah Jabodetabek yang diperkirakan sistem sirkulasi udara dan penerapan protokol Covid 19 yang kurang memadai. Kedua, dari perjalanan dinas luar kota dengan menggunakan multi moda transportasi.

Ketiga keluarga yang melaksanakan kegiatan internal seperti tahlilan, resepsi pernikahan atau kegiatan lainnya yang melibatkan anggota keluarga dalam jumlah besar.“Pemkot akan mulai memberikan surat peringatan satu kepada sektor dunia usaha yang mengabaikan protokol Covid-19,” kata Dedie kepada wartawan Jumat (28/8/2020).

Guna mencegah penyebaran dalam memutus rantai penularan, masyarakat yang melanggar protokol Covid-19, akan diberlakukan sanksi tegas.

“Mulai awal September akan mulai diberlakukan penahanan identitas diri dan selanjutnya akan mulai diberlakukan sanksi denda, bagi mereka yang melanggar aturan PSBB. Harus tegas agar tidak ada lagi korban berikut,” kata Dedie yang juga Wakil Walikota Bogor.

Data yang dirilis Humas Pemkot Bogor menyebutkan, pasien positif covid-19 dengan KTP Kota Bogor ini masuk dalam kluster baru rumah tangga dan petkantoran.

Manan, Kabid Humas Pemkot Bogor menyebutkan, untuk 21 kasus baru hari ini Sabtu (29/8/2020) diketahui masing-masing,

1. Laki-laki (28), warga Kedung Badak, Tanah Sareal, kategori rumah tangga.
2 . Perempuan (30), warga Baranangsiang, Bogor Timur, kategori rumah tangga.
3. Laki-laki (60), warga Baranangsiang, Bogor Timur, kategori rumah tangga.
4. Perempuan (52), warga Baranangsiang, Bogor Timur, kategori rumah tangga.
5. Perempuan (40), warga Menteng, Bogor Barat.
6. Laki-laki (28), warga Pabaton, Bogor Tengah, non kluster.
7. Laki-laki (43), warga Pasir Mulya, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
8. Laki-laki, warga Cilendek Timur, Bogor Barat.
9. Perempuan (23), warga Sindang Barang, Bogor Barat, kategori perkantoran.
10. Laki-laki (28), warga Tegal Gundil, Bogor Utara, kategori perkantoran.
11. Laki-laki (27), warga Curug, Bogor Barat, kategori perkantoran.
12. Perempuan (32), warga Cilendek Timur, Bogor Barat , kategori perkantoran.
13. Perempuan (70), warga Cikaret, Bogor Selatan, kategori rumah tangga.
14. Perempuan (18), warga Kebon Pedes, Tanah Sareal, kategori rumah tangga.
15. Perempuan (17), warga Pasir Mulya, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
16. Perempuan (40), warga Katulampa, Bogor Timur, kategori rumah tangga.
17. Laki-laki (38), warga Curug, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
18. Perempuan (38), warga Curug, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
19. Perempuan (11), warga Curug, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
20. Perempuan (9), warga Curug, Bogor Barat, kategori rumah tangga.
21. Perempuan (7), warga Curug, Bogor Barat, kategori rumah tangga.

“Jumlah yang positif untuk hari ini tanggal 29 Agustus 2020, tercatat kluster rumah tangga dan perkantoran,”kata Manan sambil menambahkan, ada pasien yang dirawat di RSUD dan ada yang isolasi mandiri di rumah.

“Prosedurnya, ketika ada data kasus positif baru maka unsur wilayah (Camat, Lurah dan Puskesmas) bersama tim detektif Covid di masing-masing RW akan melakukan tracing dan assesment. Jika ada yang dibutuhkan perawatan di rumah sakit, maka akan dilaporkan oleh Puskesmas ke Dinkes untuk dirujuk ke RSUD. Tapi kalau hasil penilaiannya rumah pasien memadai untuk isolasi mandiri, maka akan dilaksanakan pilihan tersebut,”ujar Manan. (yopi/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *