POSKOTA.CO – Jalan kebanggaan Balaikota terletak di Jalan Kebon Sirih Raya, Menteng, Jakarta Pusat dicoret-coret dengan tulisan huruf UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) dengan warna putih, bagi pengungsi suaka UNHCR.
Coretan di badan, Jalan Kebon Sirih Raya, ini langsung dibersihkan petugas gabungan Kecamatan Menteng, Jumat (9/4/2021).
Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Menteng, Dadang Suherman mengatakan, sangat menyayangkan prilaku para aksi pendemo yang membuat kotor Fasilitas Umum (Fasum) dengan coretan tersebut.
“Aksi demo boleh-boleh saja tapi ingat tidak boleh merusak Fasum karena dibangunnya memakai uang rakyat,” ucap Dadang Suherman sambil menambahkan, untuk tidak mengulangi coretan tersebut aparat setempat harus menindak tegas.
Lurah Kebon Sirih, Samsul Ma’arief menerangkan, untuk membersihkan coretan tulisan di Jalan Kebon Sirih Raya persisnya di depan gedung Ravindo, pihaknya mengerahkan 10 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membantu petugas Bina Marga (BM) membersihkan coretan itu dengan perapihan pengecatan trotoar dan badan jalan yang dicoret diaspal dengan bahan material pack.
“Sudah dirapikan coretan di Jalan Kebon Sirih Raya. Ada 10 PPSU yang membantu petugas BM untuk membersihkan coretan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku, coretan di jalan Kebon Sirih Raya merupakan potret buruk kinerja aparat terkait karena melakukan pembiaran, atas apa yang telah terjadi. Kejadian ini adalah catatan buruk pelaksana teknis dan Satpol PP.
Victor berharap kedepan, kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kalau pun terjadi kembali, harus dievaluasi. Itu berarti tupoksi Satpol PP, Perhubungan, Kesbangpol dan pihak terkait termasuk jajaran Kepolisian. “Kolaborasi itu harus nyaman, indah, tertib dan berwibawa,” tegas Victor. (van/sir)







Komentar