BOGOR – Puncak perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 tak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan dan ajang berbagi di Kota Bogor.
Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah, festival penutupan Imlek ini menghadirkan harmoni keberagaman yang terasa kian kuat di Jalan Surya Kencana, Selasa (3/3/2026) malam.
Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema Harmony in Diversity. Tema tersebut tak sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata sosial dan ekonomi.
Pada pembukaan 1 Maret lalu, panitia menggelar buka puasa bersama dan santunan bagi 400 anak yatim. Kegiatan sosial berlanjut pada 8 Maret melalui program PGD Peduli dengan mengundang 200 anak difabel untuk berbuka puasa bersama.
“Ini menjadi kebahagiaan bagi kami karena dalam satu event terdapat dua momen sekaligus, yaitu kebudayaan dan keagamaan. Kami ingin perayaan ini juga membawa manfaat dan kepedulian kepada sesama,” ujar Arifin.
Dari sisi ekonomi, BSF CGM 2026 memberikan ruang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia mengkurasi lebih dari 300 UMKM dan memfasilitasi 200 UMKM dengan tenda, listrik, meja, dan kursi secara gratis di kawasan Surya Kencana.
“Secara keseluruhan, sekitar 500 UMKM terlibat dalam perhelatan ini,” ujarnya.
Perputaran ekonomi pun signifikan. Sehari sebelum puncak acara, pendapatan UMKM tercatat melampaui Rp700 juta. Pada puncak kegiatan, perputaran uang ditargetkan menembus lebih dari Rp1 miliar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir langsung di lokasi, memuji Kota Bogor sebagai kota plural, kota kebudayaan, sekaligus kota sejarah Pajajaran. Menurutnya, seni dan budaya memiliki kekuatan menyatukan masyarakat tanpa sekat. “Semoga festival ini mencerminkan spirit bahwa seni menyatukan manusia. Dengan seni, kita hidup tanpa kasta, dengan rasa, dan menghadirkan kebahagiaan,” ujarnya.
Ia menilai, keberagaman yang terjalin harmonis di Kota Bogor menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat. Terlebih, perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan Ramadan, sehingga menjadi simbol toleransi yang nyata.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menambahkan bahwa tradisi ini telah berlangsung selama 24 kali dan menjadi bukti komitmen masyarakat dalam menjaga toleransi serta mempererat silaturahmi antarumat beragama.
Dengan kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat, BSF CGM 2026 tidak hanya menghadirkan parade budaya, tetapi juga memperkuat identitas Bogor sebagai kota yang toleran, beragam, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara nyata. (yopy/jo)







Komentar