JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung meluncurkan pembaruan aplikasi Jakarta Kini (Jaki) yang kini memiliki 11 fitur baru. Dengan banyaknya fitur tersebut makin memudahkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada jajaran Pemprov.
“Aplikasi Jaki sebenarnya sudah ada sejak tahun 2019, namun aplikasi ini terus dikembangkan sehingga memiliki fitur yang lebih komplek dan memudahkan masyarakat,” kata Pramono usai secara resmi meluncurkan kembali aplikasi Jaki di Terowongan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/5).
Pramono menyoroti pentingnya Jaki sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. “Sebelas fitur baru di aplikasi Jaki akan semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan laporannya kepada Pemprov DKI Jakarta,” papar Pramono didampingi Wakil Gubernur Rano Karno.
Salah satu fitur yang dinilai paling viral adalah panic button yang banyak diakses warga untuk meminta bantuan JakCare atau JakAmbulans.
Pramono kemudian menceritakan tentang keberhasilan JakCare dalam menyelamatkan dua warga yang mencoba melukai diri sendiri. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat sekarang ini betul-betul sudah sangat menyadari fungsi Jaki,” katanya. Pramono pun meminta masyarakat agar segera melaporkan melalui aplikasi JAKI jika menemukan kejadian serupa, sehingga penanganan bisa segera diberikan.
Pramono menjelaskan aplikasi Jaki kini juga diimplementasikan di sejumlah pemerintah daerah lain seperti Lampung, Maluku Utara, Banda Aceh, dan Medan. “Jika ada Pemda lain yang ingin mencontoh aplikasi Jaki, kami siap memberikan bantuan. Silakan hubungi Dinas Kominfo Jakarta,” ujar Pramono.
Selain relaunching aplikasi Jaki, Pramono juga meluncurkan penambahan 100 unit CCTV yang ditempatkan di titik-titik strategis. “Sebelumnya kami sudah punya 1.400 CCTV sehingga total menjadi 1.500 unit CCTV yang disebar di seluruh wilayah Ibukota, termasuk seluruh taman kota,” jelasnya. (jo)







Komentar