oleh

Masjid Al Ihsan Unkris Gelar Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim

POSKOTA.CO  – Jarang ada, seorang pejabat sekelas rektor masih bersedia mengumandangkan adzan. Tetapi itulah yang dilakukan Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR. Di sela kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim di Masjid Al Ihsan, Kampus Unkris, pada Kamis (21/10/2021), Rektor Ayub menyediakan diri untuk menjadi muadzin saat tiba waktu shalat ashar.

Adzan bagi Ayub adalah kebiasaan yang dilakukan sejak masih remaja bahkan kanak-kanak. Kebiasaan tersebut masih berlanjut hingga kini meski tentu tidak sesering saat masih berusia muda.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan bagi anak yatim dari Yayasan Nurul Islam Sabilur Rasyad, tersebut selain dihadiri Rektor Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR dan jajarannya, juga dihadiri Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin, SH, Sekretaris Yayasan Unkris Dyah Riestyantie, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Dr. H Pandji Sukmana, perwakilan fakultas, para ketua lembaga dan dewan kemakmuran masjid.

Dalam sambutannya, Rektor Unkris mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan syukur bahwa Unkris diberikan keberkahan luar biasa sehingga mampu terus tumbuh hingga usianya menginjak 67 tahun. Keberkahan tersebut tentu tidak terlepas dari tradisi baik yang rutin digelar Unkris berupa santunan terhadap anak-anak yatim.

“Dalam satu tahun setidaknya kita melakukan kegiatan santunan anak yatim 3 kali yakni bulan Muharram, bulan Ramadhan dan bulan Robiul’awal,” jelas Rektor.

Menurutnya, Maulid Nabi Muhammad SAW tak sekadar seremoni. Lebih dari itu, Maulid Nabi juga menjadi media bagi kita semua untuk menebar salam, menyambung tali silaturahmi, memperhatikan kaum fakir miskin dan anak yatim serta pembiasaan untuk mendirikan shalat tahajud.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwaIslam memberikan tempat istimewa bagi anak-anak yatim. Dalam Qur’an surat Al Maa’un ayat 1 -2 Allah SWT berfirman “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.

Demikian juga QS Ad Duha ayat 9, Allah SWT sangat melarang kita bertindak sewenang-wenang terhadap anak yatim. “Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

“Tempat yang istimewa untuk anak yatim ini masih diperkuat dengan ayat-ayat lain dalam Al Qur’an dan hadist Rosululloh,” tukas Rektor.

Rektor mengingatkan orang-orang yang mengabaikan anak yatim, apalagi menghardik dan mengambil haknya anak yatim, itulah orang yang tergolong pendusta agama. Selain itu orang yang menyia-nyiakan anak yatim hidupnya tidak akan berkah. Itu sebabnya ia mengajak agar kita semua tidak menyia-nyiakan anak yatim.

Diakui Rektor, sejak menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik selalu mengagendakan tiga kali dalam satu tahun tepatnya pada bulan Muharam, Maulid dan Ramadhan untuk bertemu dan berdoa bersama anak-anak yatim. Terkadang memanggil anak yatim untuk datang ke masjid kampus Unkris, namun tak jarang jajaran pimpinan Unkris yang mendatangi yayasan yang menaungi anak yatim.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Unkris mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama membacakan surat Al Fatehah 3 kali yang diperuntukkan bagi Rosululloh, para pendiri Unkris yang peduli sekali dengan anak yatim, dan untuk Unkris sendiri agar mendapatkan keberkahan .

Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin, SH berharap tradisi santunan yang digelar Unkris dapat terus ditingkatkan pada waktu-waktu mendatang. “Meneladani apa yang dilakukan Rosululloh, kemudian kita perbanyak membaca shalawat untuk beliau, Insyaa Allah kita semua akan memperoleh syafaat Rosululloh kelak di telaga Kautsar,” katanya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Dr. Abdullah Fathoni dalam tausyiahnya menjelaskan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen bagaimana kita bisa belajar meneladani sikap dan perilaku Rosululloh. “Hikmah Maulid Nabi yaitu meneladani sikap dan perilaku serta ajaran Nabi,” katanya.

Beberapa sifat yang patut untuk diteladani dari sosok Nabi Muhammad SAW adalah Amanah yang memiliki arti bahwa Nabi Muhammad  SAW mempunyai sifat Al Amin yaitu orang yang dapat dipercaya. Sifat ini melekat pada diri Rosululloh karena sepanjang hidup beliau tidak pernah berbohong.

Sifat kedua adalah Fathonah atau cerdas, artinya kemampuan dan daya fikir Nabi Muhammad SWA melampaui kecerdasan masyarakat pada umumnya dan mampu menjangkau cerita kehidupan masa lalu dan kehidupan yang akan datang.

Ketiga adalah Sidiq yang artinya benar. Bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi selalu mengandung kebenaran karena dibimbing oleh wahyu dari Allah SWT.

Kemudian sifat keempat adalah Tabligh yaitu menyampaikan. Dengan sifat ini, semua wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW disampaikan kepada umatnya lengkap sehingga terkumpul pada manuskrip Alqur’an yang hingga saat ini tetap utuh tidak ada perubahan sedikit pun.

Selain 4 sifat terpuji tersebut, pada diri Rosululloh juga melekat sifat yang sangat mulia yakni mencintai dan memuliakan anak yatim, anak piatu dan anak yatim piatu maupun orang-orang dhuafa. Karena itu sudah sewajarnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga disertai dengan kegiatan santunan anak yatim.

“Hal terpenting adalah bagaimana kita memuliakan anak yatim sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT  dan diteladankan oleh Rosululloh,” tutup Fathoni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *