JAKARTA-Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) akomodasi pembelajaran mahasiswa disabilitas bagi dosen UNJ dan bimtek layanan non akademik bagi tenaga pendidik (Tendik). Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2025.
“Kegiatan ini sebagai salah satu implementasi dari perwujudan Kampus Inklusif yang ramah disabilitas, dimana pada saat ini ada sekitar 120 mahasiswa disabilitas yang tersebar di hampir semua fakultas di UNJ,” kata Kepala BP3 UNJ Prof. Dr. Johansyah Lubis, M.Pd. seusai membuka kegiatan Bimtek tersebut, Selasa (21/10/2025).

Menurut Prof. Johansyah, dengan kondisi seperti itu para dosen harus mempersiapkan diri dalam memberikan akomodasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas tersebut.
Sementara itu Koordinator Pusat Pengembangan Pembelajaran Virtual, Sumber Belajar dan Layanan Disabilitas (PPVSBLD) UNJ, Lalan Erlani menyampaikan dalam laporannya bahwa, kegiatan ini diikuti oleh 25 orang dosen dari program studi yang terdapat mahaiswa disabilitas termasuk dosen yang mengajar pada mata kuliah di universitas. Sedangkan Bimtek untuk tenaga kependidikan diikuti oleh 35 orang dari perwakilan fakultas dan unit yang tersebar di UNJ. Tujuan Bimtek sendiri untuk memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi dalam pemberian layanan serta berinteraksi dengan mahasiswa disabilitas.
Sebaran Mahasiswa Disabilitas di UNJ
Dari data yang ada di BP3, sebaran mahasiswa disabilitas yang dominan di UNJ adalah disabilitas pendengaran/wicara (Tunarungu), disabilitas penglihatan (Tunanetra), hambatan gerak (Tunadaksa dan Cerebral Palcy), serta Autis. Nara sumber yang memberikan penguatan selain dari internal UNJ juga dari Praktisi Pendidikan Khusus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Materi yang diberikan seperti melakukan identifikasi kebutuhan belajar, modifikasi pembelajaran, penilaian dan Praktik Baik yang dilaksanakan oleh Dosen UNJ yang selama ini memberikan layanan kepada mahasiswa disabilitas. Diakhir kegiatan Lalan Erlani menyampaikan kepada peserta untuk menyusun Rencana Tindak lanjut (RTL) kegiatan yang diharapkan dapat memetakan kebutuhan, terutama dalam latihan dan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi mahasiswa serta mengajak memanfaatkan Unit Layanan Disabilitas UNJ dalam mengembangkan dan mencari solusi bersama dalam peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa disabilitas. (fs)







Komentar