oleh

Sekitar 80 Persen Kondisi Pasar Tradisional Jorok

POSKOTA.CO – Kebersihan pasar tradisional di DKI Jakarta ditengah situasi pandemic coronavirus disease 2019 atau yang biasa disebut covid-19 buruk. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya dianggap gagal.

Hal itu terbukti dengan ditenggarai 80 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya, justru saat ini berpotensi menjadi klaster baru bagi penyebaran SARS-Cov-2. “Ini fakta, silakan dibantah dengan data bukan asal goblek,” ungkap Politikus Partai Gerindra Prabowo Soenirman dalam rilisnya, Selasa(23/6/20).

Prabowo yang juga mantan Dirut Utama Perumda Pasar Jaya itu mengklaim, bahwa penilaiannya tersebut berdasarkan hasil inspeksi di lapangan pada beberapa pasar.

Antara lain di Pasar Palmerah, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Pulogadung Pasar Inpres Pondok Bambu dan Inpres Kebon Melati Tanah Abang yang masih terlihat dalam pengelolaan kebersihannya kumuh dan kotor.

“Kebersihan adalah salah satu bagian protokol kesehatan Covid-19. Tapi, pasar tradisional di Jakarta 80% kumuh, tidak terawat, dan kotor,” ucap Anggota Komisi C DPRD Jakarta itu, (22/6), pada hari Senin di Jakarta.

Prabowo Soenirman menyesalkan buruknya pengelolaan kebersihan pasar tradisional di DKI Jakarta ditengah situasi pandemic coronavirus disease 2019 atau yang biasa disebut covid-19.

Penilaian buruk terkait pengelolaan pasar tradisional oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya tersebut, dianggap gagal karena ditenggarai 80 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya, justru saat ini berpotensi menjadi klaster baru bagi penyebaran SARS-Cov-2.

Prabowo Soenirman berpendapat penularan covid-19 di pasar, dapat dikendalikan jika kebersihannya juga dijaga. Ia juga mengkritik kebijakan Arief Nasrudin yang dinilainya kurang memonitor kondisi pasar-pasar yang berada dibawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *