oleh

Bulog Pastikan Juni Pasokan Gula Meningkat Tajam

POSKOTA.CO – Pada Juni nanti, Bulog akan memiliki persediaan gula hingga 75.000 ton karena persediaan gula akan meningkat tajam.

Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso menjelaskan dari 75 ribu ton tersebut, meminta dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India.

“Untuk bulan depan, produksi kita kurang lebih 25.000 ton, sekarang sedang digiling. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Budi, Jumat (15/5/2020)

Menurutnya, pabrik gula lokal sudah mulai berproduksi. Oleh karena itu bulan depan diperkirakan akan banjir gula.

Menurutnya, selain dari produksi tebu lokal, Bulog juga mendapat penugasan importasi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi sebanyak 50.000 ton.

Dari total ini, sebanyak 21.800 ton gula dari India telah tiba, sedangkan sisanya akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan.

Diakui Budi, harga gula di tingkat konsumen beberapa bulan terakhir untuk produksi tebu dalam negeri belum siap dipanen dan diolah jadi tidak ada produksi

Ditambah lagi, Bulog tidak memiliki stok, sehingga tidak dapat mengintervensi pasar dan melakukan stabilisasi harga.

Oleh karena itu, BUMN Pangan mendapat penugasan importasi gula. Namun demikian, keterlambatan mendatangkan gula dari India karena negara tersebut memerlukan kuncian.

Selain penting, Buwas mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki cadangan sebesar 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5/2020) ini sudah mencapai Rp17.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dari harga referensi tinggi konsumen sebesar Rp12.500 per kg. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *