Bus pertama berhasil melintasi pelintasan itu, namun bus kedua bernomor polisi AG 7679 US berada di belakang bus tidak bisa menghindari tabrakan maut tersebut. Diduga sopir bus maut itu tidak memperhatikan saat bersamaan Kereta Api Dhoho dari arah selatan menuju utara akan melintas.
Body bus bagian belakang jadi sasaran hantaman kereta api hingga terpelanting beberapa meter. Saat kejadian kata Kapolres AKBP Handoko bus mengangkut 41 penumpang beserta sopir dan kernet.
Akibat tabrakan maut itu, 4 korban meninggal di lokasi dan 1 korban meninggal di rumah sakit. Sebanyak 14 penumpang lainnya mengalami luka-luka kini dirawat di rumah sakit terdekat.
Identitas kelima korban meninggal dunia dalam tabrakan maut dipelintasan KA itu;
1. Intan Wulandari (20), perempuan, warga Desa Gedingan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Intan meninggal dunia di lokasi kejadian.
2. Evi Mafidatul Afifah (32), perempuan, warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Evi tewas di lokasi kejadian.
3. Mustainah (50), perempuan, warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Mustainah meninggal di lokasi kejadian.
4. Faizal Nuriansyah (20), laki-laki, warga Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Faizal meninggal di lokasi kejadian.
5. Margono Hadi Santoso (20), warga Kelurahan Bago, Kabupaten Tulungagung. Margono meninggal dunia dalam perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung.(Omi







Komentar