POSKOTA.CO-Setahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Barat kian melaju. Tidak hanya ekonomi, melainkan juga berbagai pelayanan masyarakat dirasakan berjalan makin lebih baik.
“Layaknya pohon bambu, semakin tua semakin kuat. Selama setahun ini, kami telah menanamkan fondasi yang kokoh untuk masa depan Provinsi Sulbar yang lebih baik,” kata Pj. Gubernur Sulbar, Akmal Malik yang juga Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri, dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
Menurut Akmal, terkait pertumbuhan ekonomi Sulbar mengalami pertumbuhan yang makin gemilang. Pada Mei 2022, Sulbar mencapai pertumbuhan tertinggi 1,04% (YoY), pertumbuhan tertinggi ini dimotori geliat lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum pertambangan dan penggalian , serta pengadaan air.
Perkembangan terkini, pertumbuhan ekonomi (YoY) kuartal I 2023 mencapai 3,59% yang berarti jauh meningkat dibanding Kuartal I- 2022 tumbuh sebesar 1,04%.
“Meski, angka ini belum kembali normal seperti sebelum masa krisis yang pertumbuhannys mencapai 6%. Sedangkan Kuartal I tahun 2020 masih berada posisi 4,86% serta tahun pandemic 2021 mengalami minus di posisi -2,22.”
Penyerapan APBD dan Inflasi
Dari aspek pengelolaa fiskal, Pj Gubernur Sulbar ini melanjutkan, tingkat penyerapan APBD tahun 2022 lalu telah mencapai 94,48% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 84,1%. ”Dengan tingkat penyerapan belanja yang baik ini, Sulbar meraih posisi ketujuh serapan belanja daerah secara nasional.”
Begitupun, lanjut Akmal, pengendalian inflasi daerah, juga mengalami perbaikan. Sebelumnya, yakni pada tahun 2022 tingkat inflasi Sulbar tercatat 4,85% dibawah inflasi nasional yang 5,51%.
“Dengan perkembangan sekarang berhasil dikendalikan inflasi sehingga selalu berada dibawah rata-rata nasional Sulbar per Kuartal I tahun ini juga berhasil mencatatkan inflasi terendah nasional selama dua bulan berturut-turut 3,89 % pada Maret dan April 2023.”
Peningkatan pertumbuhan penciptaan nilai tambah tercatat dalam APBD, yakni 11 dari 17 kategori lapangan usaha. Sumber pundi penghasilan terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. “Sementara dari sisi pengelolaan sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasa dari komponen net ekspor,” terangnya.
Berbagai Inovasi yang Dilakukan
Pj Gubenur Sulbar, Akmal Malik menerangkan, selama setahun terakhir juga telah dilakukan inovasi bagi pelayanan terkait langsung masyarakat. Penanganan stunting, kata Akmal masih bersifat sporadis, dalam perkembangan terakhir menjadi langkah konkrit dengan penurunan langsung terhadap stunting.
“Seperti menjadikan keluarga berisiko stunting sebagai keluarga asuh, dengan orang tua asuh adalah pejabat eseon 2 dan 3. Di pemprov Sulbar,” urainya.
Pemprov Sulbar, selama setahun terakhir berupaya menekan tingkat pernikahan dibawah umur dengan persentase pernikahan dari 17,71% dibawah umur menjadi 11,7% saja. Hal ini menempatkan Sulbar dari 34 urutan nasiaonal menjadi 27 urutan nasional.
Optimalsiasi Aset Daerah
Inovasi lainnya, dikatakan Akmal, seperti diketahui dalam setahun terakhir terjadi pengoptimalan aset daerah, yang sebelumnya aset daerah banyak tidak termanfaatkan dan bahkan terbenkelai.
“Sekarang ini aset-aset itu dimanfaatkan seperti di Palipi, Kabupaten Majene, sebagai rest area. Mengoptimalkan aset Balai benih ikan ponjang di Kab Majene yang sebelumnya terlantar,” tuturnya.
Akmal menguturkan, dalam rangka optimaslisasi aset juga, pada Mei ini mesin incinerator yagn sebelumnya tidak dioperasikan sejak 2021, akhirnya bisa beroperasi melalui Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup daerah dan PT Wastex Internasitonal melalui BUMD Perseroda.
Akmal Malik merangkan, revitalisasi destinasi Pariwisata Pulau Karampuang, yang sebelumnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Sulbar selama ini tidak dikelola secara optimal sekarang telah direvitalisasi dengan melengkapi sarana, Plaza Karampuang, voli pantai, villa, dan wisata mangrove bekerja sama dengan TNI.
Integritas Meningkat
Akmal Malik mengatakan, salama setahun terakhir tingkat integritas ASN daerah mengalamin perbaikan. Menurut survei penilaian integritas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebesar 66,92% dari sebelumnya 49,13 %.
Didalam survei penialian integritas KPK, tambah Akmal, lonjakan skor penilaian ini, yang sebelumnya menempatkan Sulbar berada di ke 34 peringkat provinsi (terendah se-Indonesia), sudah lebih baik yakni berada di level 20 secara nasional.” Mengalami kenaikan indeks terbesar diantara provinsi lainnya,” tambahnya. (rel)







Komentar