POSKOTA.CO-Usaha Muhtadin, salah seorang petani, warga dusun Pule Desa Bakalanpule Tikung Lamongan yang menyulap lahan pertanian menjadi lokasi wisata petik jambu kristal menarik perhatian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Fausi.
Usai melakukan kegiatan Bimbingan Calon Pengantin (Bimcatin) di KUA Kecamatan Tikung, Fausi didampingi Pengawas PAI, Nanik dan Penyuluh Agama Islam tersebut menyempatkan mampir di lokasi wisata petik jambu kristal milik warga Pule yang kini mulai ramai dikunjungi masyarakat.
“Saya tidak sengaja, tadi diajak para penyuluh agama mampir kesini, ternyata lahan pertanian bisa disulap menjadi lahan perkebunan berupa tanaman jambu kristal, Alhamdulillah cukup potensial untuk dijadikan lokasi wisata dan mudah- mudahan menjadi ikon baru di Lamongan, “ujarnya, Senin(13/2/2023)
Seperti diberitakan sebelumnya, Muhtadin menyulap lahan seluas dua hektare miliknya menjadi wisata petik jambu kristal. Karena dirinya selama ini sering mengalami gagal panen.
Selanjutnya,ia memulai menanam pohon jambu kristal (prisium guajava: latin). Dan sejak 2 tahun lalu. Lahan sawahnya yang semula kurang produktif kini menjadi berkah dan memiliki nilai lebih.
“Awalnya lahan ini dulunya ya ditanami padi dan tanaman-tanaman lainnya, tapi kami selalu merugi karena gagal panen,penyebabnya karena pasokan airnya kurang” ujarnya.
Mengenai dipilihnya jambu kristal, ia pun mengaku, karena perawatan jenis jambu ini tergolong mudah. Dirinya bersyukur, tanaman jambu kristal yang ia kembangkan mampu memberikan warna baru bagi kehidupannya.
Tak hanya perawatannya yang mudah, tutur Muhtadin, jambu ini juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, di antaranya mampu membantu menurunkan berat badan, kaya akan anti oksidan, mampu membantu mengobati batuk berdahak, dan bisa menambah daya tahan tubuh.
“Buah jambu kristal ini sudah mulai berbuah sejak setahun yang lalu. Namun lebih sering berbuah lagi setelah berusia 2 tahun, bahkan jambu kristal ini bisa berbuah setiap 3 bulan sekali,” paparnya.
Secara rinci, Muhtadin menerangkan, bagi pengunjung yang ingin masuk ke wisata jambu miliknya tak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, pengunjung yang memetik buah jambu kristal dan ingin membawanya pulang dikenakan biaya Rp15 ribu per kilogramnya.
“Selain jambu kristal, ada juga buah alpukat dan jeruk meski tanamannya tidak sebanyak jambu,” pungkasnya. (nurqomar/fs)







Komentar