oleh

18 Orang Dinyatakan Hilang, 10 Warga Ditemukan Meninggal Dunia akibat Longsor di Banjarnegara

BANJARNEGARA-Sidikitnya 18 orang masih dinyatakan hilang akibat tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Sementara 10 orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah.

Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan terus melakukan pencarian terhadap 18 warga yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut. Ratusan warga berdampak kini mengungsi ke tempat lebih aman guna menjaga segala kemungkinan terburuk.

“Jumlah korban meninggal dunia untuk sementara 10 orang. Sedangkan 18 orang lainnya masih dalam pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (21/11/2025).

Pemicu longsor diduga akibat hujan berintensitas tinggi dan berkepanjangan serta keberadaan mata air besar serta retakan di area perbukitan. Akibat longsor tersebut telah menyebabkan kawasan permukiman warga menimbulkan dampak kerusakan yang luas.

Bencana tanah longsor ini merobohkan 48 rumah dan 195 rumah lainnya berdampak. “934 Warga harus mengungsi,” ujar Abdul Muhari. Upaya pencarian terhadap 18 orang yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan Tim SAR gabungan.

Tercatat ada 700 personel gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan berbagai unsur lainnya. Operasi pencarian korban yang diduga tertimbun material tanah difokuskan di tiga sektor yang dilengkapi peralatan alkon, K-9 serta dukungan alat berat.

Sebanyak 12 unit ekskavator dan 12 alkon diturunkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum. Dukungan logistik dan peralatan terus berdatangan dari BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI dan Baznas.

Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas. Sementara gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi bantuan.

Begitu juga layanan kesehatan untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan tetap berjalan disertai pendampingan psikososial bagi siswa yang terdampak peristiwa ini.

Saat ini operasi pencarian belasan korban menghadapi beberapa hambatan, terutama potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran. Pihak BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan membuat jalur pembuangan air agar mengalir langsung ke sungai.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *