oleh

Warga Bandungharjo Resah, Program PJUTS di Desanya Belum Terealisasi

POSKOTA.CO – Dengan total 60.000 lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) atau solar cell akan dipasang di 24 kabupaten/kota se-Jawa tengah.

Hebatnya, pemasangan lampu PJUTS itu merupakan Program ‘Indonesia Terang’ yang digagas oleh PT Imza Rizky Jaya.

Sementara Ketua Umum Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) Oscar Dany Susanto juga menyebut, jika YKKI bersinergi untuk membantu mendistribusikan program ini, untuk seluruh kabupaten seluruh Indonesia.

“Program ini untuk masyarakat tidak dipungut biaya sama sekali pelaksanaan Program ‘Indonesia Terang’, tidak didanai pemerintah. Melainkan dari dana hibah non-goverment organization (NGO) atau LSM luar negeri dari Rusia, Jepang, Tiongkok, UEA, dan sejumlah negara lain,” ujarnya pada sejumlah media online.

Namun kenapa lain, program ‘Indonesia Terang’ yang ada di Kabupaten Jepara, khususnya di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah? Program itu belum terealisasi, hanya berupa patok saja. Kenapa?

Sebab petinggi Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Haji Siswanto, saat ditemui sejumlah awak media online di rumahnya pada Sabtu (6/2/2021), membeberkan.

“Memang ada sebanyak 300 titik untuk pemasangan lampu di wilayah kami, yang dikerjakan oleh dua orang subkontraktor perorangan yaitu Naseh dan Sulis, masing-masing 150 titik. Sulis salah satu subkontraktor yang berdomisili di Kabupaten Tuban, Jawa Timur,” jelasnya.

Orang nomor satu di Desa Bandungharjo itu juga menyebut, sampai sekarang hanya berupa patok dan nomor registrasi dengan stiker atas nama PT Trans Jepara Mandiri, yang diketuai oleh Ahmad Ibnu Soleh sebagai direkturnya.

Siswanto bersama warganya juga mengeluhkan, sebab menurutnya, program proyek tersebut belum terealisasi.

“Saya beberapa kali menerima keluhan dari warga, sebab program PJUTS belum menyala, hingga saat ini,” keluh Wak Haji panggian akrab Haji Siswanto.

Siswanto pun membeber info yang yang didapat hanya sebanyak 30 tiang yang sudah terpasang di Desa Tempur.

“Berdasarkan percakapan kami dengan Sulis, salah satu subkontraktor perseorangan melalui sambungan telepon nomor 081335409xxx, dia dijanjikan untuk mengerjakan 150 titik di Desa Bandungharjo, harus menyerahkan uang sebagai komitmen fee awal sebesar 10 persen sebesar Rp7,5 jta per tiang lampu,” kata Wak Haji menerangkan berdasarkan komunikasi dan data dokumen yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

“Saya sudah membuat surat perjanjian dengan direkturnya, Ahmad Ibnu Soleh alias Watir, yang mengaku adik dari penguasa Jepara, berjanji akan mengembalikan dan memberikan ganti rugi atas wanprestasi dan penalti, kalau terjadi keterlambatan dari realisasi pemasangan tiang lampu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, program PJUTS ‘Indonesia Terang’ di Kabupaten Jepara menjadi isu tidak sedap, karena PT Trans Jepara Mandiri tidak transparan alias tidak terbuka kepada rekanan, sehingga menjadi misteri, kapan program PJUTS bisa segera direalisasikan dan menyala. (ek.nink.@jig)

 

 33 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *