oleh

Jakarta Bermasker: Manfaat Memakai Masker Masa Pandemi Covid-19

POSKOTA.CO – Mungkin tidak semua orang tahu manfaat memakai masker masa pandemi Covid-19 yang hampir satu tahun melanda Indonesia. Hasil penelitian, masker adalah senjata ampuh untuk melawan virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Wilayah DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi penularan virus Corona dibanding provinsi lain di Tanah Air. Berbagai upaya dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, namun belum membuahkan hasil maksimal.

Salah satu penyebab tinggi penyebaran Covid-19 diduga akibat kurangnya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sepertinya tidak ada jalan lain, memakai masker harus di kedepankan dan diutamakan dalam keseharian semua warga, sambil menunggu pelaksaan vaksinasi.

Sebab, masker diketahui sebagai salah satu cara seseorang bisa tercegah dari penularan Covid-19. Sejak awal Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo selalu mengingatkan seluruh masyarakat di Tanah Air agar disiplin memakai masker dalam menghadapi pandemi Covid-19. Namun ada kesan, warga masyarakat menganggap enteng tentang mamfaat masker dalam melawan penularan Covid-19.

Besarnya mamfaat memakai masker masa pandemi Covid-19 menggugah semangat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr Muhammad Fadil Imran dan jajaran untuk terus melakukan kampanye ‘Jakarta Bermasker’. Target Irjen Fadil ke depan seluruh warga Jakarta dan sekitarnya harus disiplin memakai masker.

Semua pasar tradisional, stasiun kereta api, terminal bus dan area publik didatangi Kapolda Fadil dibantu Wakapolda Brigjen Pol Hendro Pandowo serta jajarannya. Kampung Tangguh Jaya yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya juga terus mengingatkan warga sekitarnya dengan perubahan hidup akan pentingnya bermasker masa pandemi Covid-19.

Selain kampanye ‘Jakarta Bermasker’, di area publik, mantan Kapolda Jawa Timur itu juga membagi bagikan ratusan ribu masker gratis. Ke depan diharapkan, khususnya warga Jakarta seluruhnya tanpa kecuali harus disiplin memakai masker agar terhindar dari ganasnya virus Corona dengan selogan ‘Jakarta Bermasker’.

Alasan pentingnya memakai masker saat ini, karena Covid-19 tidak dapat dilihat serta tidak bisa diketahui siapa yang membawa virus tersebut. Memakai masker menjadi salah satu cara efektif mencegah penularan Covid-19 dan kampanye ‘Jakarta Bermasker’ digaungkan Kapolda Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahman.

Ada tiga jenis masker, yakni masker kain, masker bedah dan masker N95. Bagi masyarakat yang bukan tenaga medis dianjurkan untuk menggunakan masker kain. Masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki tiga lapisan kain.

Lapisan pertama merupakan kain hidrofilik seperti katun, kemudian dilapisi oleh kain yang bisa mendukung viltrasi lebih optimal. Untuk lapisan kedua ini bisa juga menggunakan katun atau polyester. Sedangkan lapisan ketiga atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan hidrofobik atau bersifat anti air seperti terbuat dari polypropylene.

Masker kain jenis ini dapat dicuci dan dipakai kembali. Masker kain dapat dipakai maksimal hanya empat jam dan harus ganti dengan masker baru dan bersih. Apabila masker yang dipakai basah atau lembab harus segera diganti.

Dalam bepergian masyarakat dianjurkan membawa beberapa masker sehingga setiap saat bisa diganti. Penggunaan masker pun harus tepat seperti menutup hidung dan mulut. Pemakaian masker hanya dapat efektif apabila kita juga menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak fisik.

Dalam konteks pandemi Covid-19, WHO menganjurkan semua orang menggunakan masker dan tetap harus menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik minimal satu meter dengan orang lain terutama dengan mereka yang mengalami gejala batuk, flu, bersin dan lain-lain.

Hasil penelitian, masker kain memang tidak se-efektif masker N95 maupun masker bedah dalam menangkal virus Corona hanya mampu menangkal virus sebanyak 70 persen. Karena masker harus segera dicuci setelah dipakai dalam waktu empat jam dengan sabun dan air atau air hangat lebih baik.

Dibandingkan masker kain, masker bedah dan masker respirator N95 jauh lebih efektif dalam menyaring debu, bakteri dan partikel yang ukurannya sangat kecil seperti Covid-19. Kedua jenis masker ini juga dapat mencegah tembusnya percikan dahak atau air liur, karena memiliki lapisan anti-air.

Mungkin ada sebagian pihak bertanya tanya kenapa kita harus memakai masker? Hasil penelitian ilmiah membuktikan, memakai masker sangat bermanfaat untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, mengenakan masker tidak hanya melindungi pemakainya dan orang di sekitarnya dari ancaman Covid-19, tetapi masyarakat secara luas.

Dengan bermasker penyebaran virus ini dapat dikendalikan ketika semua orang benar-benar konsisten untuk memakai masker saat sedang berpergian. Dalam sebuah laporan ilmiah yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan agar orang-orang tetap memakai masker masa pandemi Covid-19.

Alasannya, Covid-19 dapat ditularkan oleh orang-orang tanpa gejala yang tidak menyadari dirinya terinfeksi. Kelompok ini diperkirakan bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen penularan Covid-19 di dunia saat ini.

CDC mengatakan, masker berguna untuk memblokade partikel sarat virus yang mungkin dipancarkan oleh orang yang terinfeksi. Bahkan dokter penyakit menular dari University of California, San Francisco, Dr Monica Gandhi mengapresiasi temuan dari CDC.

Selain itu, masker bisa juga dipakai untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Dalam laporan ilmiah terbarunya, CDC meninjau bukti epidemiologi dan observasi tentang penggunaan masker, serta penyebaran virus Corona.

CDC melakukan studi terhadap 124 rumah tangga di Beijing, Tiongkok, di mana setidaknya satu orang memiliki kasus Covid-19 yang terkonfirmasi. Hasilnya, ketika semua orang di rumah memakai masker sebelum orang yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala, risiko penularan berkurang hingga 79 persen.

Studi lain pada 1.000 orang yang melakukan kontak dengan kelompok yang terinfeksi di Thailand juga menjadi sorotan CDC. Hasil studi tersebut menyimpulkan, orang-orang yang selalu memakai masker selama eksposur tinggi memiliki risiko 70 persen lebih rendah terinfeksi dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai masker.

Bukti lain pada penelitian menemukan, ketika pemakaian masker diterapkan secara ketat dalam penerbangan jarak jauh, penumpang yang terinfeksi tidak menularkan virus ke orang lain di pesawat. Bahkan beberapa penelitian turut mengonfirmasi manfaat memakai masker bagi komunitas secara luas. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *